Tanya-tanya Beasiswa-Part 3

Ganti orang lagi. 😀

 

  • Ada yang bilang, dapat beasiswa studi di luar negeri itu susah loh. Apa benar begitu?

Susah iya, tapi kebanyakan orang bilang susah duluan sebelum mencoba, tanya-tanya sebelum membaca detil informasi beasiswanya. Sebenarnya gak susah kalo kita udah mencoba, proses mencoba berarti udah melangkah maju pada tujuan yang diinginkan.

Setelah tahu rasanya mencoba disitu kita paham, ketemu hasil entah rejected atau cadangan, setelah itu lanjut paham apa yang mesti dilakukan -perbaikan atau give up!! We decide. 🙂

  • Saat ini sedang mendapatkan beasiswa apa ya? Bisa disebutkan nama program beasiswa, durasi program, dan negara tujuannya?

Saya mendapat beasiswa Erasmus+ “Experts Sustain”. Selama satu semester (5 bulan), di Masaryk University, Brno, Czech Republic.

  • Kenapa tertarik mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus? Menurut kamu, apa sih kelebihan dari beasiswa Erasmus Mundus ini dibandingkan dengan beasiswa luar negeri lainnya?

 

Awalnya gk pernah ada kepikiran pengen nginjak benua Eropa, berawal dr iseng, karena beasiswa Eropa sedang booming di kampus saya, lama-lama terjerumus juga tertarik dengan Beasiswa Eropa ini, karena saya staf IRO (International Relation Office) khusus menangani program ini. Menjadi jembatan UNI Eropa Jakarta untuk presentasi2 beasiswa ini di Jawa Timur.

Awalnya belum ada pengalaman sama sekali tentang beasiswa ini, dan merasa kurang pede, pas udah panjang lebar jelasin tentang beasiswa ini, ujung2nya ditanya, “ Mbaknya udah ke negara mana?” itu sih yg jd motivasi saya.

Kelebihannya: gak ada ikatan dinas, gak ada batasan umur (tapi beberapa institusi pasti akan mempertimbangkan juga), untuk Program full degree mahasiswa berkesempatan untuk kuliah gak hanya di satu kampus aja bahkan bisa sampai di 7 Universitas dan beda negara (tergantung konsorsium program tsb). Motto Erasmus Mundus (sekarang Erasmus+) versi para alumni: part-time student full-time traveler, jalan-jalan dibayarin pulang bawa gelar.  😀

 

  • Untuk bisa sukses mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus (baik S1, S2, S3 atau Exchange Program) di luar negeri, apa aja yang harus dipersiapkan oleh teman-teman yang ingin mendaftar?

 

Syaratnya sama seperti beasiswa beasiswa lainnya: Toefl (itp, ibt or ielts), motivation letter, recommendation letter, dll. Yang paling penting itu gak gampang menyerah. Itu kuncinya. Menghargai proses, (gagal sekali dicoba lagi, aplikasi diperbaiki lagi, les Toefl, tes lagi).

 

  • Berdasarkan pengalaman, hal-hal apa yang menjadi faktor keberhasilan sebuah aplikasi beasiswa dapat diterima (lolos seleksi)?

 

Saya bukan termasuk orang yang jenius atau yang pinter-pinter banget. Kata beberapa temen deket saya, kamu itu lolos karena faktor luck !!! hahahaha. Toefl yang saya pakai untuk mendaftar program ini juga gak bagus-bagus amat. Mungkin karena gigih terus mencoba dan percaya Tuhan itu Maha Mendengar, Maha Melihat. Usaha diiringi do’a dan do’a ORANG TUA.

Satu lagi, tulis aplikasi kamu apa adanya. Jangan nulis yg lebay-lebay. Pembaca itu gk bodoh. Dari tulisan, mereka bisa menilai orang. Just be yourself. Sembari apply apply beasiswa, hidup tetap harus berjalan, tetap produktif, nambah kegiatan yang bermanfaat, nambah prestasi, jadi CV pun jadi lebih keren. 🙂

 

  • Apakah benar, untuk mendaftar beasiswa Erasmus Mundus, selain bisa Bahasa Inggris, kita juga diharuskan untuk menguasai bahasa negara yang akan menjadi tujuan kita belajar? Misalnya bahasa Italy, atau Polandia?

 

Secara personal, alangkah lebih baiknya begitu, terlebih lagi negara-negara Eropa. Memudahkan berkomunikasi dan di kelas beberapa dosen masih menjelaskan dengan bahasa lokal. Tapi secara umum, untuk program Erasmus, tidak terlalu menekankan. Toh kita disini fully English. Dan English sudah mendunia, bukan untuk para pelajar aja.

 

  • Sejauh ini tantangan selama belajar di Eropa (khususnya di negara tujuan) yang dialami sendiri apa aja?

 

Awalnya merasa takut, bakal jadi yang tertinggal, ternyata gak seburuk itu, atmosfir pembelajarannya positif, kita jadi percaya diri untuk delivering ide ide kita. Di Masaryk University system pembelajaran sudah bagus, International class banyak tersedia, jadi dosen fully speaks English, dosen disini menghargai proses bukan hasil akhir. Overall positif.

 

  • Selain belajar/kuliah, aktivitas lain selama berada di kampus apa aja ya?

Traveling 😀

Les Piano 😀

Dari awal saya sudah register mata kuliah yang memang tidak terlalu memberatkan dan memang bermanfaat dan lebih practical, such as: methodology, visiting school, practice teaching, grammar, kelas yoga, teaching children. Semua subject suka. Tugas-tugas memang banyak SEKALI, tapi saya merasa gak keberatan, toh useful buat saya juga tugas-tugas yg diberikan. Enjoy your life.

  • Apakah dibolehkan, bagi penerima beasiswa Erasmus Mundus untuk “nyambi” atau nyari kerjaan part-time diluar jam kuliah? Kenapa?

 

Pastinya gak boleh, karena visa kita visa belajar. Tapi sempet kepikiran, pengen karena udah gak ada kegiatan sama sekali saat ini. Tapi belum terealisasikan terhambat jadwal travelling :0

 

  • Apa Tips Sukses Meraih beasiswa Erasmus Mundus dari kalian untuk temen-temen dan pembaca di tanah air?

 

Gak gampang putus asa, nothing to lose untuk mencoba, TERUS berusaha dan berdo’a gak akan mengkhianati hasil, berbakti dan manut apa kata orang tua, selalu minta support dan dukungan, percaya sama diri sendiri, jangan banyak tanya. Baca website. Hahahhahhaha.. 😀 😀

***

Demikian sedikit curcol seputar Beasiswa dari tiga orang kawan yang saat ini sedang belajar di Negeri Orang. Semoga bermanfaat khususnya bagi teman-teman yang saat ini sedang berburu beasiswa.

Sukses on your future-move! 🙂

 

Arasyid Harman

 

 

 

 

Advertisements

Tanya-tanya Beasiswa-Part 2

Di Part 2 ini hanya ganti orang aja. Pertanyaannya masih sama. 🙂

 

  •  Ada yang bilang, dapat beasiswa studi di luar negeri itu susah loh. Apa benar begitu?

Untuk mendapatkan beasiswa studi di luar negeri itu memang benar sangat susah, tetapi bukan bearti itu tidak mungkin untuk didapatkan. Dengan usaha yang keras dan tekad yang kuat semua pasti akan menjadi mudah.

  •   Saat ini sedang mendapatkan beasiswa apa ya? Bisa disebutkan nama program beasiswa, durasi program, dan negara tujuannya.

Beasiswa Erasmus Mundus, 1 semester (5 bulan), Czech Republic.

  •  Kenapa tertarik mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus? Menurut kamu, apa sih kelebihan dari beasiswa Erasmus Mundus ini dibandingkan dengan beasiswa luar negeri lainnya?

Menurut saya setiap program beasiswa punya kelebihan masing-masing. Nah, kelebihan beasiswa Erasmus Mundus tersebut adalah dia menawarkan berbagai macam program di dalamnya, dia juga menawarkan banyak pilihan Negara.

  • Untuk bisa sukses mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus (baik S1, S2, S3 atau Exchange Program) di luar negeri, apa aja yang harus dipersiapkan oleh teman-temanyang ingin mendaftar?

Yang paling utama yang harus dipersiapkan adalah motivasi dan semangat yang kuat, nah yang paling utama kedua adalah motivational letter.

  • Berdasarkan pengalaman, hal-hal apa yang menjadi faktor keberhasilan sebuah aplikasi beasiswa dapat diterima (lolos seleksi) ?

Essay dan recommendation letter.

  • Apakah benar, untuk mendaftar beasiswa Erasmus Mundus, selain bisa Bahasa Inggris, kita juga diharuskan untuk menguasai bahasa negara yang akan menjadi tujuan kita belajar? Misalnya bahasa Italy, atau Polandia?

 Itu tidak benar, tidak ada syarat yang menunjukkan hal demikian.

  • Sejauh ini tantangan selama belajar di Eropa (khususnya di negara tujuan) yang dialami sendiri apa aja?

 Kita harus lebih aktif dalam proses belajar dan tepat waktu.

  •  Selain belajar/kuliah, aktivitas lain selama berada di kampus apa aja ya?

 Duduk bersama mahasiswa yang berasal dari negara lain sambil sharing beberapa ide.

  •  Apakah dibolehkan, bagi penerima beasiswa Erasmus Mundus untuk “nyambi” atau nyari kerjaan part-time diluar jam kuliah? Kenapa?

 Tidak boleh, karena semua biaya hidup sudah diberikan.

  •  Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kamu, secara garis besar, apa sih perbedaan sistem perkuliahan yang ada di kampus-kampus Eropa dengan yang ada di Indonesia? Mungkin bisa sedikit dijelaskan per poinnya. Misalnya dari segi dosen, mahasiswa, organisasi mahasiswa, dan interaksi antara dosen dan mahasiswanya.

Dari segi dosennya, dosen selalu datang tepat waktu, memberikan kabar kepada mahasiswa terlebih dahulu terhadap apapun yang terjadi, selalu semangat dalam mengajar di waktu apapun, pagi, siang, sore, maupun malam.

Dari segi mahasiswa, aktif dalam diskusi, tidak malu dalam mencoba.

Dari segi organisasi mahasiswa mereka selalu extra dalam mengerjakan segala hal.

Dari segi interaksi antara dosen dan mahasiswa selalu terlihat sangat akrab dan friendly.

  •  ApaTips Sukses Meraih beasiswa Erasmus Mundus dari kalian untuk temen-temen dan pembaca di tanah air?

Semangat keras, tekad yang kuat, belajar memperbaiki diri, belajar menulis essay lebih giat, dan tidak lupa untuk berdoa.

 

Lanjut ke Part 3 🙂

 

 

 

Tanya-tanya Beasiswa -Part 1

 

 

Beberapa waktu yang lalu, saya chatting dengan seorang kawan yang sedang kuliah di salah satu Negara yang ada di Benua Biru. Obrolan ringan sih awalnya, hingga akhirnya topik pembicaraan mengarah ke hal yang lebih penting.

Apa itu? Yup, sesuai judul postingan ini. Seputar Beasiswa. Si doi juga adalah salah satu senior saya di Kampus saat kuliah. Saya pun memintanya untuk menjawab beberapa pertanyaan yang udah saya buat yang selanjutnya saya kirim via email. Rupanya ada beberapa temannya dari Indonesia yang juga sedang kuliah di Kampus yang sama dengannya.

Saya meminta bantuannya untuk (juga) memberikan file yang berisi sejumlah pertanyaan beasiswa ke mereka. Ya anggap aja sedang melakukan interview ke beberapa responden layaknya seorang Mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan Data Collection buat Tugas Akhirnya. hehe.

Seperti apa bentuk pertanyaannya?

Yuk kita intip bareng-bareng. 😀

 

  • Ada yang bilang, dapat beasiswa studi di luar negeri itu susah loh. Apa benar begitu?

Menurut saya susah-susah gampang. Jika sudah berangkat sekali aja, pasti jalan kedepannya sudah mulus. Sebab untuk saya sendiri, saya daftar beasiswa sudah berpuluh-puluh kali. Ditolak dan gagal hanya dalam tahap administrasi sudah biasa.Tetapi kegagalan itulah yang membuat saya sadar kelemahan di setiap aplikasi saya. Coba saja semua, tidak perlu memikirkan susah atau gampangnya.

  • Saat ini sedang mendapatkan beasiswa apa ya? Bisa disebutkan nama program beasiswa, durasi program, dan negara tujuannya.

Saat ini sedang mengikuti Program beasiswa Erasmus+ Bachelor exchange, nama programnya EXPERT selama 5 bulan di Republik Ceko.

  • Kenapa tertarik mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus? Menurut kamu, apa kelebihan dari beasiswa Erasmus Mundus ini dibandingkan dengan beasiswa luar negeri lainnya?

Kelebihannya bisa menikmati fasilitas pendidikan dan sistem pendidikan terbaik khas Eropa. Selain itu, nominal yang diberikan Erasmus cukup untuk hidup dan rekreasi / jalan-jalan. Erasmus tidak memberikan beban moral serta tanggung jawab lebih kepada awardee-nya, seperti ikatan kerja atau predikat “uang-rakyat”.

Selain itu, Erasmus memiliki nilai prestige dan pamor yang amat sangat terkenal di seluruh dunia. Bahkan dunia kerja sangat terbuka pada mantan awardee Erasmus (hal ini proved, menurut teman saya yang sekarang bekerja di KPMG Milan) sebab awardee Erasmus sudah dianggap tahan banting di lapangan terutama soal adaptasi di tempat yang totally different dengan comfort zone asal awardee-nya.

  • Untuk bisa sukses mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus (baik S1, S2, S3 atau Exchange Program) di luar negeri, apa aja yang harus dipersiapkan oleh teman-teman yang ingin mendaftar?

Seluruh persyaratan ada di website, antara program satu dan yang lainnya ada kemungkinan berbeda. Kalau saya harus menyiapkan sertifikat TOEFL, transkrip nilai, rekomendasi dosen, motivation letter, paspor, foto, curriculum vitae dan learning agreement.

  • Berdasarkan pengalaman, hal-hal apa yang menjadi faktor keberhasilan sebuah aplikasi beasiswa dapat diterima (lolos seleksi) ?

Menurut saya pribadi, motivation letter, transkrip dan curriculum vitae memberikan pengaruh paling dominan di setiap aplikasi saya.

  • Apakah benar, untuk mendaftar beasiswa Erasmus Mundus, selain bisa Bahasa Inggris, kita juga diharuskan untuk menguasai bahasa negara yang akan menjadi tujuan kita belajar? Misalnya bahasa Italy, atau Polandia?

Tidak, tetapi akan lebih baik jika kita bisa Bahasa lokal setidaknya untuk bertahan hidup. 😀

  • Sejauh ini tantangan selama belajar di Eropa (khususnya di negara tujuan) yang dialami sendiri apa aja?

Saya sangat senang berada disini, saya bergaul dengan siapa saja, dan melakukan hal apa pun yang belum pernah saya lakukan di Indonesia.Kesulitan yang saya alami adalah dalam menyesuaikan waktu ibadah serta minimnya Muslim di Eropa, terutama di Ceko.

  • Selain belajar/kuliah, aktivitas lain selama berada di kampus apa aja ya?

Berdiskusi dengan teman-teman, serta mengikuti kegiatan yang diadakan oleh International Student Centre.

  • Apakah dibolehkan, bagi penerima beasiswa Erasmus Mundus untuk “nyambi” atau nyari kerjaan part-time diluar jam kuliah? Kenapa?

Tergantung, kalau sanggup dan bisa Bahasa lokal akan diperbolehkan. Tetapi untuk bekerja bagi mahasiswa Internasional ada waktu tertentu. Seperti di Poland misalnya, mahasiswa yang bukan Polish hanya diperbolehkan bekerja saat musim liburan, dan itu pun hanya dibatasi 60 hari kerja. Sedangkan di Spanyol dan Portugal mahasiswa hanya diperbolehkan bekerja saat summer. Secara umum waktu kerja yang diperbolehkan hanya 20 jam maksimal per minggu.

  • Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kamu, secara garis besar, apa sih perbedaan sistem perkuliahan yang ada di kampus-kampus Eropa dengan yang ada di Indonesia? Mungkin bisa sedikit dijelaskan per poinnya. Misalnya dari segi dosen, mahasiswa, organisasi mahasiswa, dan interaksi antara dosen dan mahasiswanya.

Dari segi dosen, amat sangat berbeda. Dosen disini sangat terbuka dan update dengan hal baru. Selain itu, dosen disini lebih open-minded serta sangat terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswanya. Mengenai mahasiswa dan oraganisasi, pengelompokannya sangat jelas dan terstruktur rapi. Selain itu, sangat minim ditemukan bias antara organisasi profesi, minat dan bakat dan perpolitikan.

Hampir tidak pernah saya temui organisasi mahasiswa disini dicampuri urusan partai apalagi kepentingan politik dan keagamaan. Interaksi antar stake holder di kampus Eropa sangat gamblang, kalau ini ya ini kalau itu ya itu, langsung to the point.

  • Apa Tips Sukses Meraih beasiswa Erasmus Mundusuntuk temen-temen dan pembaca di tanah air?

Rajin rajinlah membaca, sebab kehidupan di Eropa sangat mandiri. Jangan memulai mendaftar sebagai awardee dengan terlalu banyak bertanya, mulailah berlatih menemukan apa yang kamu butuhkan.

Sebenarnya semua tips yang telah tersedia di Internet sudah lebih dari cukup untuk kamu bisa menggapai suksesmu, tinggal kamu baca, pahami dan temukan jalan suksesmu sendiri. Jalan sukses itu baru ditemukan setelah berulang kali kegagalan.

Seperti saat saya pertama kali mencoba ice skating, jika saya takut terjatuh dan gagal maka saya tidak akan bisa dan semahir seperti saat ini.

Jatuh dan gagal adalah konsekuensi yang harus kita bayar atas perbuatan kita sendiri. Saran saya sekali lagi, temukan kegagalanmu untuk mendapatkan kunci sukses dalam hidupmu.

Teknis dari saya mungkin berlatihlah menulis motivation letter yang benar benar KAMU! Bukan copy-paste apalagi hasil google translate yang masih acak kadul.

 

Lanjut ke Part-2 🙂

 

 

 

 

 

From Stranger to Friend

quotes-about-friends-Strangers-are-just-friends-waiting-to-happen.-Rod-McKuen

 

 

“Sometimes, a stranger can understand us better than a friend.” –Unknown-

 

I never thought and even expected of getting in touch with a stranger on the world wide web aka cyber-space. Three days ago, a stranger that (later) turned into a friend greeted me, asking to follow back her social media account as she already followed mine.

I was wondering and sort of being a bit suspicious. Who are you? Asking me to follow. Do I know you in person? Have we met before in (the) real world?

Such questions I addressed to this total stranger. And what she said in response to these prejudice-questions made me smile.

She followed me because she found my stuff on my social media account were interesting and inspiring (oh really?). I didn’t know if she was saying the truth or not.

She then told me how she found my account. I was not really surprised afterwards.

Her name is -let me just give her initial name- Nanas.(for privacy reason). She’s been living in Indonesia for two years now. Working as a Mandarin lecturer in a University in East Java. Yup, she is a Chinese. Real Chinese from the Republic of China. Not Indonesian-Chinese-looking girl that have already been born and raised in Indonesia. So yeah she is 100 % foreigner! 😀

So what was her intention to start chatting me out through one of my social media accounts? I was asking her out again, just to convince myself that I was not dealing with a scammed-profile over the Internet Jungle as I was used to deal with quite often.

Well, she told that it was great if we could become friends. Yes friends. Okay. No problem. I said to myself, why not? Wasn’t it good to practice your English since you both would use English to communicate? Aha! That’s right.

Besides, having new friends from another country is always a good idea, right? Definitely it is!

Conversations happened afterwards. No need to mention, she is really easy-going, smart, and yes funny hahaha. Lots of topics were discussed. Starting from personal-things till those kind of thoughts on life and the future and some sort of life-goals. I enjoyed talking to her and I am sure she did too.

I think some of conversations should be shared here. Just wanted to share with you guys (anyone who is reading this right now), nothing in my mind that has to be hidden regarding this sort of issue. Some random conversations on topics that I personally love to talk about. Let me just copy-paste it down below. So kindly read and enjoy, if you let yourself (stay) curious. Hahaha.

Me : “What’s your favorite moments in your life? How they have been shaped your characters this far? These are random questions. Hahaha. So, if you have to re-program your memory and you’re only given three memories of your life to choose, what that would be? If you can’t achieve all of your life goals, what will you do? Tell me, what makes you so happy? Do you have any trauma when you’re a child?”

N : “Hahaha.. wow lots of questions. Give me some time to answer it one by one yaaaa hahaha. My favorite moment I guess is with my family when I was a child. They brought me to learn dancing and attended the competition, they encouraged me so well. And helped me to reshaped my personality. I become extrovert and out-going. Coz I was totally shy and introvert when I was a very little girl. I didn’t wanna make friends with others. I like staying with my mom and grandma only…and I was weak and easily got sick. But they changed me and raised me up.

And other good memory is playing basketball with my friends, boys and girls in primary and middle school. We were crazy playing it and addicted to it. We attended competition for our school. We shared happy or sad tears together. I like that feeling so much. As time goes by, I hardly find that feeling again now. And third good memory is went to Russia with my University Art Group. We had a tour performance in four cities of Russia in winter. I saw the heavy snow, and that was my dream to see the heavy snow. And I had a chance to stand in front of idol’s tomb, he is Pavel Korchagin. Idk if I wrote his name rightly haha.. he was a hero in Russia. I never thought I could do that in my life, cos all I know about him was in TV series and books. That was really a time proves no expectations, no disappointments. Cos it really gave me a surprise.

Ok. Tell me about your good memories and moments now! Your turn. I’ll make lunch first.”

Me : “Ok. I’ll have lunch too Hahaha. Woww very well explained. You have been to Russia? Wooww cool! I have a lot good memories in my life. My childhood is at the top. I was raised in a small village in the North of Sulawesi aka Celebes Island. My childhood friends helped me grow and learn things. I was a little boy with huge curiosity with new things. I love playing in nature. Rivers, jungle, sea, were three places that I loved to spent my time with my friends. We played hide and seek and many other traditional games that had taught me about hope, integrity, spirit, trust, optimism, and the art of surviving. Besides, I have my family and relatives that also taught me about life and faith towards God and the life after death. I miss my childhood so much. If I can turn back the time, I want to go back to my childhood life.

As a child I was also stubborn hahaha. That stubborness had led to some accidents. Like falling from a tree or stumbled on the street. Hahahaha. But that made me stronger as a kid. Even though I had to cry loud out loud once I fall..hahaha.

My other good memory is when I had finally accomplished one of my dreams to go abroad. Back in 2012 when I won a short-term scholarship that allowed me along with other 19 students from Indonesia to go to Kansas, US. Being selected from more than 3000 applicants from various Universities in Indonesia who applied for this scholarship made me so grateful and happy at the same time. I never imagined that I would be selected. The selection process was tough. And I gave my very best and asked God to make me pass through. Thankfully God answered my prayer. I got it! I think you haven’t answer all the questions.”

N : “Wow your answer is also very specific. I can tell, you can be selected in the program coz you are so handsome and kind-hearted. You deserve it. Were you the only one from your campus that went to US?

Hahaha.. I left my phone in the room to charge the battery… now I’ll continue to answer your other questions.”

Me : “Yeah. I represented my campus at that time.”

N : “If I can choose a time to go back, I’ll choose my primary school! That was my perfect childhood.hahaha. You are very cool!!! Yeah! Hahaha.

If I can’t achieve all the goals in my life….hmmm actually, I haven’t thought that question before. Cos I’m in the process to get there. But I know life is not perfect. Actually, I have already experienced the failure in my life and I know that feeling, it was really suffering and torturing when I couldn’t realize my dream. Instead, all the tough time taught me how to confront it with optimistic and hope. I didn’t enter my dream of middle school and university. Those were the feelings of failure I got through and couldn’t make it up coz time won’t fly back. I learn to accept it and enjoy another path I have. Only this, can get through the hard times and make another nice adventure in life. I still appreciate very step in my life, good or not, both teach me the important lesson in my process to grow up. So I’m stronger right now. No matter I can achieve all the goals in my life or not, as long as I tried my best, I’ll have no regrets. And I will be grateful for what I have and make what I have more beautiful and meaningful.

What makes me so happy…hahaha. I have to say, as long as you are human being, you can’t be so happy all the time, if you’re happy all the time, that must be not true. Coz life has different tests to make you have different emotions. And that is real thing. But what make me so happy I think, it’s life itself. Coz when I open my eyes to enjoy a new day, it’a a happy thing. I have my feeling, I have my thought. No matter what happened, I’ll be happy eventually, coz I’m still alive, I can suffer all the feelings. Only human being can. That is the gift God sends to me, life itself.

Trauma in childhood… I think I had. Though my childhood was very beautiful, but I still could see my parents arguing and fighting sometimes. I was so scared when it happens. But they got through all the hard times. They didn’t divorce finally. And we are fine right now..

Ok, your turn to share and let me know more about you ”

Me : “very well said! You sound so wise when you talk about your point of view towards life. I like it.”

N : “Hahaha thanks you like it. So what’s your point of view to life when you can’t achieve all your goals? And what makes you happy?

You know, every time I open my phone to check our messages, It’s like I’m talking to a philosopher hahahaha. It’s like there is a secret world only we know.”

Me : “Hahaha… well, I am happy when I can help people who need something that I can provide and give. I think that’s the most important thing in life; to help others. For me that’s the utmost purpose of human beings; to help one another. There is nothing more meaningful than to share love and peace among human beings. No matter what the background, race, tribe, and religion is.

I am happy to see people happy that are showed through their smile. And I am happy as hell when I realize that I am one of the reasons behind their smile.

Achieving goals in life has been a great issue as well as a daring journey to me. I have been failed as well. One of the failures that taught me more about the value of knowledge and time was the moment when I failed to enroll at my dream senior high school. I have joined the entry-test of that school which wasn’t easy for me. And when I realized that my name wasn’t there (on the list of accepted-students), I felt so sad which was then led to big frustration. I couldn’t accept the fact at first. I thought God wasn’t fair. All my efforts were nothing worthed at all. I became angry to God.

It took several weeks to make me accept the reality and start to set my new plan. As time went by, I realized that I didn’t fail actually. God wanted me to be more and highly well-prepared.

And then, a year later, I tried again for the 2nd time to join the selection process in order to enroll at the senior high school of my dream. Same school as before. I madly wanted to study there! Yeah, I did not give up!! Hahaha.

And I was right, God helped me through eventually. The 2nd time of my trial was so much easier as I have had myself fully prepared for the test. I was accepted finally.

This was one of my biggest milestones. I became more positive and optimistic towards life since then. And most of all, I become so much closer to God.”

 

****

Well, I didn’t expect to experience such thing like this. Never. But frankly saying, I always open to new thing(s) as long as it is beneficial for my intellectual and emotional growth. Something unpredictable is always a “yes” for me. I love anything out of the blue, or yeah unpredictable (do you know other words about this?).

And wow, life has been unpredictably remarkable so far. There are always new things come up out of the blue. Yet, one thing is always there, the Creator.

God is always there to colour up my life with unpredictable things. Oh yes, of course your life too. Things are sweet sometimes, but they can be sour or even bitter in another time. Needless to say, that’s how life works, right?

Having had such experiences truly make me realize that we all just human being with a lot of common senses. We may appear in different appearance, backgrounds, culture, nationality, etc, but it does not make us exclusive as a human being. We simply just human being who love to share things. It does make us unique and beautiful at the same time.

And thank God, today we have this space-age technology called the Internet to get in touch with our fellow human from another part of our lovely planet. This is just amazing. Many years ago we would not be able to get to know people from other countries as simple as today. My extended-thank-you goes to all the inventors of the Internet for making this all possible.

So, if you (still) are reading up to this line (I’m pretty sure, you are) I am simply thankful. Hehe.. And if we haven’t met in person yet, just like what I have experienced with Nanas, I would be glad if we can be friend as well. Let’s just say this type of friendship as online-friends-stuff or perhaps Internet-Friendship? What do you think?

 

Until next time, have a lovely day ya’ll!

 

Arasyid Harman

 

Notes to dear YOU

To the person who are reading this. You. Yes, YOU. Look at me closely and deeply.
You are awesome. You are amazing. You are brilliant. You are outstanding.
You are a light in the darkness. You are a rainbow.
You are here to make the world brighter. You are here to shine bright, brighter than the sunshine.

You are dreamed
You are wanted.
You are desired.

Not by me. Not by your lover. But by the world. The people.
They want you. They really want you. Why? Because they need you. Your presence. You words. Your smile. Your time. All yours.

Don’t you realize that?
There are so many things inside you that the world wanted. If you never realized that before, that’s okay. Now you do. Now you realize that you are very special. You are rare. You are unique. You are one in million. You are a shining star in the Universe.

God created you for a noble purpose. Always remember that.
So, stop complaining. Stop thinking that you are not good enough. Stop thinking that you are not brave enough to do the things you have always wanted to do. Stop thinking that you have no power to make your dreams come true.
Stop saying you can’t. Stop saying you are stupid. Stop saying you are weak. Stop saying you are such a failure. Stop saying you are a looser. Stop. Just stop. Right now, right here.
Look at me. Again. Closely and deeply.

What do you see? Yes. You see two shining eyes of hope and faith. If you can’t see it clearly, close your eyes. Just close now for five seconds. Then open them.
Look at me again. You see? Yes. Now you can see my eyes. I trust you. Even I never met you in person. But I can feel you. Why? Because we are one. We are one soul that always connected.

Do you believe it? I hope you do.
You believe or not, it doesn’t matter. The Truth is, I always there. Right there, inside of your heart.
I am always with you wherever you are. I am your soul. Your protector. Your friend. Your reminder. Your compass. Your guide. Your inner voice.
God created me to be with you. To be right beside you. So you will not get lost, sad, and lonely in this worldly life.

So smile and be happy. You know that you are not alone. And you will never be. Even the world leaves you; just remember that I will never leave you. We stick together until the end of our time.
One more thing, always remember that our Creator is always with us. Always.

Hug Tight,

Your Dear Soul

Binatang Kesayangan

Salam a’laikum!

Selamat berakhir minggu di awal bulan November ya. November ceria, kata orang-orang sih gitu. Semoga selalu ceria ya. Yang penting kan itu. Mau November, Desember, Oktober, September dan ber-ber lainnya, kita wajib ceria. Setuju??

Siiip.

Anyway, teman-teman ada yang punya binatang peliharaan? Pasti punya dong. Yang gak punya, kok bisa? Gak suka melihara binatang ya?
Saya sendiri melihara kucing. Sejak kecil udah suka banget melihara hewan imut-imut (gak kayak marmut) ini. Sampe sekarang, kalo enggak ada kucing di rumah rasanya kayak ada yang kurang. Kenapa suka? Ya suka aja. Dari semua hewan peliharaan, cuma kucing yang selalu melekat di hati. Duuhh bahasanya.. hahaha.

Iya. Selain karena level keimutannya yang overload, saya suka kucing karena bisa diandalkan untuk ngusir tikus dari rumah. Meskipun kadang, si kucing juga takut untuk nangkep tikus karena tikusnya besar-besar. Hahaha.

Mungkin bisa dibilang ada faktor “turunan” dari keluarga. Karena keluarga saya dari dulu suka kucing. Di rumah pasti ada kucing. Selain itu, (Alm) Kakek saya adalah seorang figur penyayang binatang. Terutama kucing. Saya masih ingat, waktu kecil dulu, kakek selalu menyiapkan makanan untuk kucing-kucing peliharaannya. Saya suka mengamati, kakek tak segan melumatkan makanan di mulutnya, kemudian memberikannya kepada si kucing yang masih kecil.

Jenis apa kucingnya? Tenang, bukan jenis yang suka jadi model di iklan makanan kucing di tipi-tipi itu. Hanya kucing kampung. Saya pribadi lebih suka “adopsi” kucing kampung. Hahaha. Kenapa? Selain gak ribet meliharanya, kucing kampung juga gerakannya lebih gesit. Dan, lebih ekonomis juga (pastinya). hahaha. Untuk urusan perut khususnya. Gak perlu beli makanannya di toko. Mereka makan apa yang kita makan. Dikasi nasi, ya di lahap. Di kasi ikan? Apalagi. Hehe.

Tiga hari yang lalu, saya dan Ibu saya “menemukan” si Miwon. Terlantar, sebatang kara. Karena gak tega ngeliatnya, tanpa ba-bi-bu langsung kami bawa pulang. Pas di dekatin juga gak kabur. Berarti dia jinak. Ada kan, kucing yang kalo di deketin dikit langsung cao! Hahaha.

Pas nyampe rumah, kata Ibu namanya Madu. Haa Madu?? Saya gak setuju dong. Kucing kok namanya Madu. Aneh aja di telinga. Setelah muter otak beberapa detik, kata “Miwon” melintas di kepala. Jadilah namanya Miwon.hehe
Nah, di rumah sekarang saya punya tiga (kucing) jagoan. Jerry, Manis, dan Miwon. 3 Idiots versi Binatang. Hahaha.

Ada satu peristiwa yang mengharukan tentang kucing dalam keluarga saya. Tak lama sepeninggal (Alm) Kakek, sekitar setahun pasca meninggalnya, salah satu bibi saya bermimpi bertemu dengan kakek. Dalam mimpinya itu, bibi saya menanyakan kabar Kakek. Katanya ia baik-baik saja. Yang membuat saya dan keluarga terharu adalah jawaban kakek selanjutnya. Ia mengatakan bahwa kucing-kucing peliharaannya yang sering menolongnya di alam barzah/kubur.

Masya Allah, saya selalu mengingat mimpi yang dialami oleh bibi saya ini. Sampe sekarang. Walaupun kejadiannya sudah cukup lama. Sekitar tahun 1998 silam. Kakek wafat setahun sebelumnya. Sejak saat itu, kecintaan kami untuk memelihara kucing makin tinggi. Pokoknya wajib hukumnya dalam keluarga untuk memelihara kucing.

Terlepas dari hukum penafsiran “boleh-tidak” mempercayai mimpi yang dialami oleh bibi saya, saya meyakini bahwa mimpi itu benar adanya dalam perspektif kebenaran akan hukum balasan (baik atau buruk) yang akan dialami oleh semua manusia saat berada di alam kubur/barzah nanti. Dimana balasan itu adalah akibat dari apa yang dahulu ia kerjakan selama hidup di alam dunia. Dalam ajaran agama Islam hal ini adalah salah satu hal yang harus dan wajib kita imani dan yakini. Seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an,

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah (atom), niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah (atom), niscaya dia akan melihat balasannya.” {Q.S. Az-Zalzalah : 7-8}.

***

Kejadian yang dialami oleh bibi saya setidaknya mengajarkan dan mengingatkan saya dan keluarga (pada khususnya) dan tentunya kita semua (pada umumnya) bahwa saat kita berada di alam barzah/kubur nanti, kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan selama hidup di dunia akan datang memberikan pertolongan. Sekecil apa pun itu. Saat kita akan dihukum oleh para Malaikat yang ditugaskan untuk mengintrogasi atau dalam bahasa kerennya “mengaudit” setiap amal perbuatan kita (baik dan buruk) dan kita terbukti bersalah. Maka saat akan dihukum itulah, amal kebaikan tadi yang akan datang menolong, dan meringankan siksaan yang akan kita terima.

Dalam contoh kasus (Alm) kakek saya, karena ia selama hidup di dunia sangat menyayangi binatang (baca: Kucing), maka saat ia berada di alam kubur, kucing-kucing peliharaannya-lah yang datang menolongnya dari siksaan. Ngeri ya, kalo gak ada yang menolong… ya Allah Nastagfirullahhal a’ziim.

Peristiwa yang dialami oleh bibi saya (dalam mimpinya) bertemu dengan (Alm) Kakek, adalah kabar gembira untuk keluarga besar saya. Dan mudah-mudahan juga menjadi kabar gembira untuk teman-teman yang saat ini sedang membaca tulisan ini. Bahwa, adalah penting bagi kita semua untuk menyayangi binatang. Apa pun jenis binatang itu. Karena bagaimana pun juga, mereka adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki hak untuk kita sayangi dan lindungi.

Beberapa waktu lalu diberitakan di berbagai media tentang penganiayaan, penyiksaan, dan bahkan pembunuhan binatang yang dilakukan oleh mereka yang tak punya belas kasihan. Saya pribadi mencekam apa yang mereka lakukan! Parahnya lagi aksi biadab mereka itu dipamerkan di media sosial. Ya Allah…. tega banget!

Yang sampe bikin darah saya “mendidih” ada satu foto beberapa kucing yang sudah mati dibunuh oleh sang pelaku. Kemudian dia mengunduhnya di akun pribadi sosmed-nya dengan caption : “Hasil buruan hari ini”. Aaaaaarrrgghhh!!!! Pengen saya gorok rasanya itu orang!
Tega banget ya? BANGET!

Saya hanya bisa mengelus dada sambil berdo’a, mudah-mudahan orang-orang yang gak punya “hati” itu mendapat hukuman yang setimpal. Dan kalo sampe mereka gak tobat, saya yakin di alam barzah kelak mereka akan disiksa juga oleh binatang-binatang yang mereka siksa. Gak akan ada pertolongan! Yang ada hanyalah siksaan!
Ampun dah. Saya sampe gak habis pikir. Kok bisa ya? Itu kucing-kucing tak berdosa mereka bunuh. Ya Allahhh…. mudah-mudahan Engkau ampuni kesalahan mereka kalo mereka melakukannya karena kekhilafan semata. Tapi kalo sengaja, tanpa alasan yang masuk akal, maka please hukum mereka seberat-beratnya!

Melihat kejadian ini, saya jadi ingat dua kisah pada zaman Nabi yang disampaikan oleh guru ngaji saya waktu kecil dulu. Kisah ini juga sering diceritakan oleh Ibu saya. Kisah lengkapnya saya gak hafal betul. Yang jelas dulu dikisahkan ada seorang perempuan sholehah. Ia sangat taat beribadah. Namun ia memiliki sifat yang tidak terpuji. Ia mengurung seekor kucing dan tidak memberikannya makanan. Hingga kucing tersebut meninggal. Dan dikabarkan bahwa perempuan tersebut masuk Neraka. Hanya karena ia mengurung seekor kucing dan tidak memberinya makanan.

Kisah lainnya yang bertolak belakang dengan si perempuan sholehah ini adalah kisah tentang seorang pelacur dan seekor anjing yang kehausan. Si pelacur ini memberi minum anjing tersebut meskipun ia harus mengambilnya di dalam sumur dengan menggunakan sepatunya. Hanya memberi minum seekor anjing, si pelacur ini dikabarkan masuk Surga. SubhanAllah…

Betapa adilnya Allah SWT. Si perempuan yang sholehah, yang taat beribadah, justru masuk Neraka hanya karena mengurung seekor kucing. Sementara sang pelacur, yang berlumuran dosa dan maksiat, justru masuk Surga hanya karena memberi minum seekor anjing yang sedang kehausan.

Dua kisah ini adalah kisah yang selalu saya ingat. Karena mengajarkan sebuah hikmah yang mendalam akan pentingnya kasih-sayang terhadap semua makhluk ciptaan Tuhan. Kepada binatang aja balasannya kayak gitu, gimana kalo terhadap sesama manusia ya?

Gak kebayang, gimana balasan bagi mereka yang menyakiti dan melukai sesama? Apalagi sampai menghilangkan nyawa. Hiii… pasti serem juga tuh balasannya. Naudzubillahi minzalik yaaa.

Sebelum saya menutup tulisan ini, izinkan saya mengingatkan kembali (khususnya teman-teman yang seakidah dengan saya) bahwa menyayangi binatang adalah salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW adalah seorang penyayang binatang. Dan kita tahu bersama bahwa kucing adalah binatang kesayangan Rasulullah SAW. Bahkan pada zamannya, ada salah satu sahabat Nabi yang diberi julukan sebagai “Bapaknya Kucing” karena saking banyaknya kucing yang ia pelihara.

Ya, dialah Abu Hurairah. Sosok sahabat Nabi yang saya kagumi dan ingin rasanya bertemu dengannya dan berguru tentang bagaimana cara memelihara kucing yang baik dan benar. Hehe.
InshAllah di akhirat kelak ya. Dan, tentu saja saya juga ingin sekali berjumpa dengan Rasulullah Muhammad SAW di akhirat nanti. Aamiiin ya Raab.

Dan, satu hal lagi, bagi teman-teman yang pernah berbuat kurang baik atau kurang sopan apalagi kurang ajar terhadap binatang (apa pun jenis binatang itu) segeralah minta ampun. Mudah-mudahan kesalahan yang pernah kita perbuat terhadap binatang diampuni oleh Allah SWT sehingga saat di alam barzah nanti, kita tak akan menerima balasan berupa siksaan.

Salam,
@arasyidharman

Bagasi Gratis tis tis

Salam’alaikum everyone!

Salam sejahtera dan penuh kasih untuk kita semua.

Tulisan kali ini adalah pengalamantentang pertolongan Allah Swt yang (lagi-lagi) sungguh mengagumkan dan selalu sukses membuat saya speechless dan bermuara pada rasa syukur yang tak bertepi.

Hari ini saya kembali pulang ke Kampung Halaman setelah sembilan hari berada di Kota Apel. Ngapain (lagi) di Kota Apel? Well, selain kangen dengan kota sejuk di Timur Pulau Jawa ini, saya juga kangen untuk ber-silaturrahim dengan sahabat-sahabat seperjuangan semasa kuliah di Kampus Putih. Plus, mengunjungi ex-kos-kosan saya dulu sekaligus silaturrahim dengan Ibu Kos se-keluarga.

Semenjak meninggalkan Kota ini setahun yang lalu, banyak hal yang berubah dengan penampilannya, khususnya di beberapa area sekitar Kampus tempat saya menyedot Ilmu dan Pengalaman berharga.

Setelah selesai semua urusan, saya pamit pulang.

Pukul 02:35 WIB (dini hari), mobil Travel yang saya pesan menjemput saya di rumah seorang kawan karib yang juga telah bersedia memberikan fasilitas tempat tinggal selama saya berada di Kota Apel ini. Saya sengaja memesan mobil Travel yang berangkat sebelum Shubuh ke Bandara. Alasannya sederhana, biar gak telat nyampe dan menghindari kemacetan di jalan menuju Bandara Juanda.

Saya berangkat diantar oleh sahabat-sahabat saya sampai ke Mobil. Mereka membantu membawakan barang-barang saya ke mobil. Barang bawaan saya gak banyak sih dari segi kuantitas, tapi saya yakin dari segi kualitas aka bobot-nya lumayan berat. Apa aja? Harus banget nih dikasih tau? Hahaha.

Well, Oke deh. 3 Kardus yang isinya buku-buku bacaan kesayangan & modul kuliah, 2 tas ransel day-pack yang isinya pakaian & laptop serta beberapa sertifikat berharga (sisa-sisa perjuangan selama menjadi Mahasiswa) dan juga Ijazah S1. Plus, 1 tas plastik oleh-oleh untuk keluarga di Rumah dan 1 tas kresek berisi roti dan cemilan serta air mineral dan susu kotak untuk sarapan. Hehe.

Perjalanan dari Kota Malang menuju Bandara Juanda biasanya menghabiskan waktu ±2 jam. Kali ini mobil travel yang membawa saya dan empat orang penumpang tiba di Bandara lebih cepat 30 menit. Alhamdulillah nyampe di Bandara pas adzan Shubuh berkumandang. Reminder-App (Prayer Time) di HP saya tak pernah lupa mengingatkan si empunyadi setiap waktu Shalat dengan mengumandangkan Adzan.

Saya dan penumpang lain pun segera turun. Pak Sopir membantu menurunkan barang-barang bawaan kami. Dan, sepertinya bawaan saya yang paling banyak. Hahaha.

“Berapa Pak?” Tanya saya kepada sang Sopir.

“90 ribu Mas.”

Saya langsung mengambil dompet dan mengeluarkan uang kertas 100 ribu dan memberikannya kepada Pak Sopir.

Sejak dalam perjalanan, saya udah niat untuk bersedekah kepada sang Sopir mobil travel yang mengantarkan saya ke Bandara.

Dan ketika Pak Sopir hendak memberikan kembalian duit 10 ribu, saya langsung mengatakan,

“Gak usah Pak. Kembaliannya buat bapak saja.”

“Owh.. Makasih Mas.”

“Mohon do’anya ya Pak, semoga perjalanan saya lancar.”

“Iya Mas. Saya do’akan semoga perjalanan sampean lancar.”

“Aamiiin..”

Do’a sang Sopir kepada saya sambil berpamitan. Ia langsung masuk ke Mobil dan pergi dengan wajah sumringah.

Saya pun segera mencari kereta dorong atau troli untuk menaruh barang bawaan. Biar mudah juga untuk bergerak menuju check-in counter.

Berhubung jam keberangkatan saya masih relatif lama, yakni jam 08:10 WIB, setelah sholat Shubuh berjamaah di Musholla Bandara, saya menyempatkan diri untuk mencari colokan listrik. Buat apa? Ya buat apalagi kalau bukan buat nge-charge baterai HP yang udah nge-drop. Hehe..

***

Saat menunggu check-in time dan mengisi baterai HP, mata saya tanpa sengaja “menangkap” dua orang (entah pasutri atau bukan, usia kisaran 30-an) yang sedang duduk di salah satu sudut area Bandara. Agak risih juga, karena mereka ngobrol sambil bercumbu mesra di ruang publik dimana penumpang dan pengantar hilir mudik di depan kursi tempat mereka duduk. Lama-lama saya jadi jijay..hahaha.

Sesekali si perempuannya ngeliat ke arah saya. Sepertinya dia curiga, kalo saya melihat tingkah mereka yang nggilani itu. Hahahaha.

Yang bikin saya gak habis pikir, si ceweknya ini pakaiannya sopan, berjilbab, model pakaian seragam ibu-ibu kantoran gitu. Cukup modisala-ala sosialita level sedang. Tapi gaya duduknya itu loooh… yang bikin saya gak nyaman. Bayangin aja, duduknya itu berpangku kaki, terus betisnya kelihatan sampai lutut, dikit lagi pahanya keliatan.Entah sengaja mau dipamerin atau enggak. Intinya gak mencerminkan sikap seorang Ibu yang sering ikut Pengajian rutin. Emang sih putih betisnya, tapi gak gitu juga kelessss.. hahaha 😀

Sementara si Lelakinya, kalo dari dandanannya sih, saya yakin dia itu seorang pejabat. Atau pekerja kantoran gitu. Pokoknya pakaiannya modis bin parlente yang menunjukkan kalo doi itu orang penting aka VIP.

Saya (makin) penasaran.Untuk menghindari kecurigaan mereka kalo aksi mereka itu sedang disorot oleh dua pasang “kamera” di kepala saya, saya pura-pura ngotak-ngatik HP, pura-pura sedang WhatssApp-an & BBM-an. Hahaha (Plis don’t try this at Home, coz ini hanya berlaku di Bandara..hahahaha)

Dan, ini yang saya pikir adalah klimaks dari rasa penasaran dan tanda tanya dalam batok kelapa saya, saat detik-detik sebelum si Lelakinya masuk ke dalam konter check-in untuk berangkat (pesawat si Lelaki bertolak jam 06 pagi), si perempuannya bilang sesuatu kepada si Lelaki-nya (gak tau bilang apa). Kemudian, si Lelaki mengeluarkan dompet, dan mengambil beberapa lembar duit pecahan 100 ribuan dan memberikannya kepada si Perempuan. Semacam “transaksi” gitu. Any idea where this piece of scenes will take you afterwards?

Lalu mereka beranjak menuju ke area security check. Mereka saling berpamitan. Jadi si perempuannya ini gak berangkat, cuman ngantar aja. Dan yang gak lucunya, si Lelaki-nya ini sebelum masuk ke bagian security check, ia meremas “itu”-nya si perempuan. WTF! Hahaha. Sayangeliatnya pengen muntah..hahaha. 😀 #Istigfarberkali-kali

Oke, kita kembali ke jalan yang benar ya. hahaha.. tadi selingan aja. Sorry, ini tulisannya jadi nyasar ke yang gak penting dan nggilani (nggilani ini bahasa kawan di Pulau Jawa, artinya menjijikkan).hehehe.. (awas muntah) hahaha 😀

Well, mau dilanjutkan gak nih ceritanya? Lanjut yaaa… hehe.

***

Pukul 07:05 WIB saya langsung menuju ke counter untuk check-in dan memasukkan barang-barang saya ke Bagasi.

Saya check-in di counter nomor 21 maskapai ….. Air. Nama maskapainya sengaja gak saya tulis karena menghindari isu promosi. Hahaha. You will know it later if you are good in details.hihihi..

Petugas yang sedang in-charge di counter 21 adalah seorang gadis berparas cantik. Dari jauh emang keliatan putih, bersih, kerudungan dengan bibir merah merekah balutan lipstik merah yang membuat setiap mata kedap-kedip bak lampu diskotik. Cantik kali kata urang Medan, Cantik niaaan kata urang Palembang. Hahahaha.

Udah-udah, jangan bayangin yang aneh-aneh. Tar saya tunjukin fotonya. Just stay tuned! Hahaha.

Si petugas (saya gak tau namanya, karena gak sempat melihat name-tag di seragamnya), meminta ID dan tiket. Saya langsung menyerahkannya sambiltersenyum simetris. Tapi si doi gak membalas senyuman saya. Jutek gitu. Hahaha. Sayang banget kan? Surplus cantik paras, tapi devisit cantik sikap/kepribadian. Hmmm… gak apa-apa sih, saya juga gak punya ekpektasi yang lebih besar dari kenyataan. (ngelesss hahaha)

“Senyum dikit kenapa mbak.”

“Emang harus gitu senyum ama situ??”

“Ya gak harus sih. Cuman kan kalo situ senyum, atmosfernya jadi lebih adem.”

“Gombal!”

“Siapa yang gombal? Itu beneran loh mbak.”

“Bodo amat! Udah, basi tau nggak!?”

“Ya ampun mbak, galak banget. Si Amat gak bodo loh mbak. Dia itu adek Kosan saya.”

“Aarrrrrggghhh!!! Diam!!!”

“Hahahaha”..

Serius banget bacanya brosis?? Dialog tadi hanyalah fiktif belaka. Wkwkwkw..

Kalo beneran terjadi dialog kayak di atas, saya udah digebukin sama penumpang lain yang antri di belakang hahaha.. 😀

Dan ketika ia meminta saya untuk meletakkan barang-barang yang mau dimasukkan ke bagasi, perasaan saya udah mulai deg-degan. Feeling saya mengatakan kayaknya akan kelebihan berat bagasi (over bagage). Dan ketika saya melihat ke indikator angka digital di samping timbangan, angkanya udah melewati 20 Kg. Saya pikir hanya lewat 1 Kg, eh rupanya sampe 5 Kg.

Waduuh… gawat nih. Kelebihan 5 Kg. Dalam hati udah was-was. Tapi saya tetap menunjukkan roman wajah yang tenang, seolah-olah barang bawaan saya gak over bagasi. Hehe.

Anehnya, si petugas yang cantik itu terlihat kalem bin woles. Harusnya dia langsung bilang kalo berat bagasi saya itu melebihi batas maksimum berat bagasi yang diizinkan oleh maskapainya, yakni maksimumnya 20 Kg. And it didn’t happen!

Dia malah sibuk memasukkan data dan memberikan label ke barang-barang bawaan saya.

Kok bisa dia gak mengatakan itu ya? what’s wrong? Apa indikator angka di depan layar komputer di hadapannya rusak? Atau apa mungkin indikator angka timbangannya tetap menunjukkan angka 20 Kg? Well, I don’t have any idea at all.

Selang beberapa menit kemudian, setelah ia memberikan label bagasi pada setiap item barang-barang saya, ia memberikan boarding-pass. Dengan perasaan dan pikiran yang masih dipenuhi tanda tanya, saya mengambilnya dan balik badan melangkah ke belakang.

Sambil memegang boarding-pass saya masih geleng-geleng kepala memikirkan kejadian aneh yang barusan saya alami. Kok bisa ya? Kenapa si petugasnya gak minta extra-money untuk membayar kelebihan bagasi 5 Kg? Yang jumlah totalnya 100 ribu (Biaya kelebihan bagasi 20 ribu/Kg).

Saya tiba-tiba tersenyum puas + senang + haru. Setelah saya renungkan, kejadian ini bukan tanpa sebab. Dan sebabnya sungguh jelas. Ini adalah “buah sedekah” saya tadi kepada Pak Sopir Travel. Masya Allah. Sungguh Allah SWT yang Maha Pemurah telah mengirimkan pertolongan-Nya kepada saya lewat wasilah Sedekah.

See… lihaat. Lagi-lagi saya ditolong-Nya. Mari kita analisis sambil flashback ya.

Tadi saya sedekah (secara gak langsung) kepada si Sopir Travel yang mengantarkan saya ke Bandara. Jumlah sedekahnya Rp.10.000, yang merupakan ongkos kembalian dari tarif yang harus saya bayarkan kepada Pak Sopir.

Kemudian saya mendapatkan balasan free of chargealias gratis atas kelebihan bagasi 5 Kg. Which is, kalo di itung-itung, nilainya sama dengan Rp.100.000, dimana biaya 1 Kg kelebihan bagasinya Rp.20.000,. Pas 10 kali lipat! Allahuakbar!!!

Saya sedekah Rp.10.000 langsung dibalas Rp.100.000.

Langsung dibalas sama Allah tunai! Hari itu juga, gak pake koma, gak pake lama. 10 kali lipat. SubhanAllah. Allah emang super duper baaaaaiiiikkk dan gak pernah bo-ong. Pokoknya speechlesssss lagi deh… Makasih ya Allah. Makasih. Makasih. Makasiiiiiiiih. 🙂

Dan kalo kembali kepada si Petugas counter yang surplus cantik tadi, ada banyak kemungkinan atas pertanyaan “why” dia gak meminta saya untuk membayar kelebihan bagasi sebanyak 5 Kg. Bisa saja ada Malaikat yang dikirim oleh Allah untuk merubah angka indikator timbangan di layar komputernya. Atau bisa juga, si Malaikat yang dikirim Allah itu menyamarkan penglihatannya, sehingga yang terbaca bukan 25 Kg, tapi 20 Kg atau 18 Kg, atau malah Cuma 10 Kg. Hehehe.. bisa saja.Who knows?

Mudah bagi Allah mah. Gak ada yang mustahil. Pokoknya kalo Allah udah ridho dan berkehendak untuk membantu Hamba-Nya, gak ada satu makhluk pun baik itu dari golongan Jin atau pun Manusia yang bisa menghalanginya. Right??

Pastinya bro. Top markotop dah kalo Allah udah “turun tangan” dalam menyelesaikan semua urusan kita. Dan janji Allah akan balasan (minimal 10 kali lipat) bagi setiap hamba-Nya juga udah sangat jelas tertulis dalam Kitab Suci,

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya.” (Q.S. Al-An’am : 60).

Yang saya pahami sejauh ini terkait balasan atau ganjaran dari Allah, 10 kali lipat itu adalah balasan minimal. Maksimalnya 700 kali lipat bahkan mungkin bisa lebih dari itu.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran). (Q.S. Al-Baqarah : 261).

***

Well, akhirnya saya berangkat tepat pukul 08:10 WIB menuju Bumi Nyiur Melambai. Alhamdulillah perjalanan saya lancar dan aman hingga ke rumah. Terimakasih udah meluangkan waktunya, menemani dan menyelami sepenggal pengalaman saya ini. Mudah-mudahan teman-teman semua bisa memetik hikmah dari cerita ini.

Dan, sebelum saya akhiri, saya ingin mengatakan bahwa ternyata manfaat sedekah itu ada lagi, yaitu bisa dapat ekstra bagasi gratis tis tis.hehehe. Patut dicoba nih. Kalo misalnya teman-teman sedang bepergian dan membawa barang yang cukup banyak, trik dan ilmu Sedekah ini patut dijajal. Bawa aja barang yang banyak, apalagi kalo banyak keluarga yang nunggu oleh-oleh di rumah. Hehe.

Dengan menggunakan logika sederhana dari kejadian yang saya alami ini sebagai landasan teori-aplikasinya. Sedekah Rp.10.000 dapet 5 Kg. Kalo pengen dapet ekstra bagasi 10 Kg, berarti sedekahnya dinaikkin 100 %. Jadi Rp.20.000, yang harus dikeluarkan untuk sedekah. Pengen lebih? You know what to do.hehehe

Okay? Siap mencoba? Siap dong. Harus yakin, jangan setengah-setengah ya. Ingat, keajaiban yang tak pernah disangka-sangka akan hadir setelah kita bersedekah. Trust me, it always works! 😉

And, finally. Foto session! Hehehe.

Nih, barang bukti. 3 kardus isi buku. 2 tas ransel isi laptop & pakaian& dokumen penting. 1 tas plastik isi oleh-oleh. Dan 1 tas kresek isi roti& air minum (ini buat sarapan sebelum take-off) hehe.

Check-in line. Belum terlalu padat. Counter no. 21 juga gak rame. Let's GO! :D

Check-in line. Belum terlalu padat. Counter no. 21 juga gak rame. Let’s GO! 😀

nah... ini dia si jali-jali. Eh maksudnya si petugas counter yang surplus cantik itu. Gimana? Cantik gak? Udah cantik aja. Gak mungkin ganteng kan? Hahaha

Nah… ini dia si jali-jali. Eh maksudnya si petugas counter yang surplus cantik itu. Gimana? Cantik gak? Udah cantik aja. Gak mungkin ganteng kan? Hahaha

Ini si doi sedang fokus. Jangan coba-coba nanya. Tar ditabokin. hahaha.

Ini si doi sedang fokus. Jangan coba-coba nanya. Tar ditabokin. hahaha.

Si doi masih sibuk dengan tugasnya. Itu mas yang dibelakangnya ngapain ya? santai banget. Mungkin dia lelah, jadi bersandar di dinding. Bandara juga gak begitu ramai. Jadi relax-nya kelihatan lebih banyak. Hehehe

Si doi masih sibuk dengan tugasnya. Itu mas yang dibelakangnya ngapain ya? santai banget. Mungkin dia lelah, jadi bersandar di dinding. Bandara juga gak begitu ramai. Jadi relax-nya kelihatan lebih banyak. Hehehe.

Menunggu Boarding sambil mengamati orang-orang yang juga akan terbang.

Menunggu Boarding sambil mengamati orang-orang yang juga akan terbang.

That’s it.

Thanks for being here. See you on the next post!

Wassalamua’alaikum….

Salam hangat dari Bumi Nyiur Melambai 🙂

 Stay Healthy, Stay Happy!

@arasyidharman