Bukan Motivator Biasa

Kalau ditanya siapa Motivator favorit saya, sulit rasanya untuk menyebutkan satu nama saja. Ada begitu banyak Motivator baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang menjadi favorit saya. Alasannya cukup sederhana, karena saya terlanjur mengenal mereka lewat pemikiran, gagasan, dan semangat yang tersebar lewat karya-karya mereka baik dalam bentuk buku, DVD, seminar dan pelatihan maupun lewat akun sosial media yang saat ini bisa dengan mudah kita ikuti.

Namun, jika ‘dipaksa’ untuk menyebutkan satu nama dari sekian banyak motivator favorit di Indonesia, maka dengan keras saya akan menyebutkan nama ini : Ippho Santosa! Yeeeahhh! 😀

Ippho Santosa? Ada yang belum mengenal beliau? Kebangetan kalau belum kenal! Saya anggap teman-teman udah tau lah atau setidaknya pernah dengar namanya atau mungkin pernah baca buku-buku karyanya.

Yup. Ippho Santosa. Secara pribadi saya mengagumi beliau, lebih-lebih karya-karyanya yang penuh inspirasi dan membawa perubahan besar bagi siapa saja yang membaca dan mempraktekkannya. Maka tak berlebihan jika saya mengatakan he is one of the best motivators in the World. Iya di dunia. Karena memang beliau juga telah memberikan motivasi melalui seminar di beberapa Negara yang tersebar di 4 benua. Sebuah bukti bahwa ia bukanlah motivator biasa aka abal-abal. hehe.

Setahu saya (mohon dikoreksi jika keliru), dialah satu-satunya motivator Indonesia (hingga hari ini) yang karya dan seminar motivasinya bisa Go International hingga ke 4 benua.

Salah satu buku karyanya yakni 13 Wasiat Terlarang: Dahsyat dengan otak kanan bahkan masuk rekor MURI. Tak hanya itu, hampir semua buku karyanya juga masuk dalam deretan Best Seller di toko-toko buku tanah air.

Mas Ippho Santosa tak hanya berbagi motivasi dan inspirasi lewat buku, ia juga berbagi lewat seminar dan berbagai media sosial seperti facebook, twitter, instagram, whatssApp dan Telegram. Dan semua akun sosial medianya sarat Ilmu. Ilmu yang ia share juga selalu up-to-date, research-based, dan yang pasti mudah dipahami dan dipraktekkan. Tak heran, followers-nya mencapai ribuan bahkan ratusan ribu dan terus bertambah.

Terkait pelatihan dan seminar motivasi, sudah banyak sekali peserta seminar yang mengikuti seminar-seminarnya dan merasakan keajaiban dalam berbagai aspek kehidupan. Tak terkecuali saya pribadi. 🙂

Saya menyukai buku-buku motivasi juga seminar/training motivasi karena saya ingin selalu bersemangat dalam menjalani setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Dan ketika saya membaca buku atau mengikuti seminar/training motivasi semangat hidup saya terus meningkat yang membuat saya lebih produktif. Ibarat baterai HP yang sedang nge-drop, ketika mengikuti seminar motivasi saya mengisi kembali daya ‘baterai’ dalam diri saya yang sedang lemah.

Memang yang namanya semangat itu selalu naik-turun, oleh sebab itulah kita butuh motivasi setiap hari. Bagi saya membaca buku motivasi belumlah cukup. Harus diikuti dengan pelatihan atau seminar motivasi. Karena saat berada dalam satu ruangan dimana kita bertatapan langsung dengan sang motivator, aura aka energi positifnya jauh lebih dahsyat ketimbang hanya membaca buku.

Selain itu, saat mengikuti seminar motivasi saya belajar Ilmu baru yang tak ditemukan di buku-buku motivasi. Menurut saya, seminar atau training motivasi adalah penyempurna dari buku motivasi yang kita baca. Karena apa yang disampaikan di seminar/training belum tentu ada di dalam buku. Singkatnya, dua-duanya penting dan saling melengkapi.

Kembali ke soal motivator favorit, bagi saya pribadi, Mas Ippho Santosa bukanlah sekedar seorang motivator. Ia juga adalah guru kehidupan. Karena saya belajar banyak dari kisah perjuangan beliau semasa ia hidup di perantauan sebagai seorang pelajar, jauh dari keluarga tercinta demi menimba Ilmu. Semangat juang inilah yang menginspirasi saya untuk lebih bersungguh-sungguh dalam belajar.

Saya selalu kagum dengan gaya bertuturnya baik melalui lisan maupun tulisan. Benar-benar out of the box! Misalnya nih, “Jangan bermalasan dan beralasan!”, “Kaya atau belum kaya, tetaplah ber-mental kaya.”, “Orang hebat itu mau mengajar. Yang lebih hebat lagi, masih mau belajar.” dan masih banyak lagi.

Lebih jauh dari itu, ia juga sering berbagi kisah inspiratif. Dari beberapa kisah yang ia bagikan, ada satu kisah yang luar biasa dalam kehidupan Mas Ippho, dimana ia selalu merinding saat menceritakan kisah ini di berbagai forum seminar motivasi yang sedang ia selenggarakan. Dan, ya, saya pribadi juga ikut merinding saat ia menceritakan kisah tersebut. Apa kisahnya? Cukup panjang kalau saya tulis secara detail. Tapi, izinkan saya mempersingkatnya.

Kisah tersebut adalah kisah seorang bapak-bapak yang memiliki empat orang anak. Ia bekerja di sebuah Perusahaan selama 12 tahun lebih untuk menafkahi keluarganya. Sepanjang karirnya, si Bapak ini gak neko-neko alias lurus-lurus saja dalam bekerja. Ia bekerja dengan baik dan jujur. Tak seperti beberapa karyawan lainnya yang tidak amanah selama bekerja. Suka mengambil barang-barang kantor tanpa izin dari atasan.

Singkat cerita, si Bapak meninggal dunia. Selama 12 tahun lebih bekerja, banyak yang beranggapan ia gak dapat apa-apa. Karena kehidupan keluarganya ya begitu-begitu saja, tetap miskin. Kasian. Begitu komentar para rekan kerjanya. Mungkin ada yang bertanya dimana keadilan Tuhan? Tunggu dulu, kisahnya belum selesai.

Ke-empat orang anak dari si Bapak tadi terus berjuang sepeninggalnya. Ada yang bekerja, dan ada juga yang berbisnis. Dan beberapa tahun kemudian, salah satu anak dari bapak tersebut diliput oleh salah satu media Nasional dan tercatat sebagai salah satu dari 24 tokoh berpengaruh di Indonesia versi RCTI. Ia juga memiliki puluhan cabang Bisnis dan menjadi salah satu pembicara Nasional di berbagai forum. Karya-karyanya juga penuh inspirasi yang mengubah kehidupan banyak orang.

Siapakah anak tersebut? Dialah Ippho Santosa. Yup, dan si Bapak tadi tak lain dan tak bukan adalah Ayah kandung dari Mas Ippho Santosa. Sebuah kisah nyata kehidupan beliau yang mengajarkan kepada kita bahwa sekecil apa pun benih kebaikan yang kita tanam, pasti akan berbuah di kemudian hari. Ayah Mas Ippho memang tidak memetik kebaikan yang ia tanam selama ia bekerja di Perusahaan sebagai ladang amal jariyah baginya untuk menafkahi kehidupan diri dan keluarganya. Namun, benih kebaikan itu kemudian berbuah dan dipetik oleh anak-anaknya.

Setiap kali Mas Ippho menceritakan kisah ini, saya bisa melihat dan merasakan rasa bangganya memiliki seorang Ayah yang hebat dalam kesederhanaan dan kejujuran dalam menjalani kehidupan. Sosok yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidupnya. Dan saya yakin, salah satu hal inilah yang membuat ia menjadi seperti sekarang. Ya, Ippho Santosa bukanlah Motivator biasa. 🙂

Untuk teman-teman yang ingin mengenal Mas Ippho lebih jauh dan lebih dalam, bisa langsung klik link ini:  http://ippho.com/motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis

Okay, udah dulu ya sharingnya. Semoga bermanfaat.

Salam Hangat dan Selamat berakhir pekan.

Arasyid Harman

 

 

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s