Tanya-tanya Beasiswa -Part 1

 

 

Beberapa waktu yang lalu, saya chatting dengan seorang kawan yang sedang kuliah di salah satu Negara yang ada di Benua Biru. Obrolan ringan sih awalnya, hingga akhirnya topik pembicaraan mengarah ke hal yang lebih penting.

Apa itu? Yup, sesuai judul postingan ini. Seputar Beasiswa. Si doi juga adalah salah satu senior saya di Kampus saat kuliah. Saya pun memintanya untuk menjawab beberapa pertanyaan yang udah saya buat yang selanjutnya saya kirim via email. Rupanya ada beberapa temannya dari Indonesia yang juga sedang kuliah di Kampus yang sama dengannya.

Saya meminta bantuannya untuk (juga) memberikan file yang berisi sejumlah pertanyaan beasiswa ke mereka. Ya anggap aja sedang melakukan interview ke beberapa responden layaknya seorang Mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan Data Collection buat Tugas Akhirnya. hehe.

Seperti apa bentuk pertanyaannya?

Yuk kita intip bareng-bareng. ūüėÄ

 

  • Ada yang bilang, dapat beasiswa studi di luar negeri itu susah loh. Apa benar begitu?

Menurut saya susah-susah gampang. Jika sudah berangkat sekali aja, pasti jalan kedepannya sudah mulus. Sebab untuk saya sendiri, saya daftar beasiswa sudah berpuluh-puluh kali. Ditolak dan gagal hanya dalam tahap administrasi sudah biasa.Tetapi kegagalan itulah yang membuat saya sadar kelemahan di setiap aplikasi saya. Coba saja semua, tidak perlu memikirkan susah atau gampangnya.

  • Saat ini sedang mendapatkan beasiswa apa ya? Bisa disebutkan nama program beasiswa, durasi program, dan negara tujuannya.

Saat ini sedang mengikuti Program beasiswa Erasmus+ Bachelor exchange, nama programnya EXPERT selama 5 bulan di Republik Ceko.

  • Kenapa tertarik mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus? Menurut kamu, apa kelebihan dari beasiswa Erasmus Mundus ini dibandingkan dengan beasiswa luar negeri lainnya?

Kelebihannya bisa menikmati fasilitas pendidikan dan sistem pendidikan terbaik khas Eropa.¬†Selain itu, nominal yang diberikan Erasmus cukup untuk hidup dan rekreasi / jalan-jalan. Erasmus tidak memberikan beban moral serta¬†tanggung jawab lebih kepada awardee-nya, seperti ikatan kerja atau predikat ‚Äúuang-rakyat‚ÄĚ.

Selain itu, Erasmus memiliki nilai prestige dan pamor yang amat sangat terkenal di seluruh dunia. Bahkan dunia kerja sangat terbuka pada mantan awardee Erasmus (hal ini proved, menurut teman saya yang sekarang bekerja di KPMG Milan) sebab awardee Erasmus sudah dianggap tahan banting di lapangan terutama soal adaptasi di tempat yang totally different dengan comfort zone asal awardee-nya.

  • Untuk bisa sukses mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus (baik S1, S2, S3 atau Exchange Program) di luar negeri, apa aja yang harus dipersiapkan oleh teman-teman yang ingin mendaftar?

Seluruh persyaratan ada di website, antara program satu dan yang lainnya ada kemungkinan berbeda. Kalau saya harus menyiapkan sertifikat TOEFL, transkrip nilai, rekomendasi dosen, motivation letter, paspor, foto, curriculum vitae dan learning agreement.

  • Berdasarkan pengalaman, hal-hal apa yang menjadi faktor keberhasilan sebuah aplikasi beasiswa dapat diterima (lolos seleksi) ?

Menurut saya pribadi, motivation letter, transkrip dan curriculum vitae memberikan pengaruh paling dominan di setiap aplikasi saya.

  • Apakah benar, untuk mendaftar beasiswa Erasmus Mundus, selain bisa Bahasa Inggris, kita juga diharuskan untuk menguasai bahasa negara yang akan menjadi tujuan kita belajar? Misalnya bahasa Italy, atau Polandia?

Tidak, tetapi akan¬†lebih baik¬†jika kita bisa Bahasa lokal setidaknya untuk bertahan hidup. ūüėÄ

  • Sejauh ini tantangan selama belajar di Eropa (khususnya di negara tujuan) yang dialami sendiri apa aja?

Saya sangat senang berada disini, saya bergaul dengan siapa saja, dan melakukan hal apa pun yang belum pernah saya lakukan di Indonesia.Kesulitan yang saya alami adalah dalam menyesuaikan waktu ibadah serta minimnya Muslim di Eropa, terutama di Ceko.

  • Selain belajar/kuliah, aktivitas lain selama berada di kampus apa aja ya?

Berdiskusi dengan teman-teman, serta mengikuti kegiatan yang diadakan oleh International Student Centre.

  • Apakah dibolehkan, bagi penerima beasiswa Erasmus Mundus untuk ‚Äúnyambi‚ÄĚ atau nyari kerjaan part-time diluar jam kuliah? Kenapa?

Tergantung, kalau sanggup dan bisa Bahasa lokal akan diperbolehkan. Tetapi untuk bekerja bagi mahasiswa Internasional ada waktu tertentu. Seperti di Poland misalnya, mahasiswa yang bukan Polish hanya diperbolehkan bekerja saat musim liburan, dan itu pun hanya dibatasi 60 hari kerja. Sedangkan di Spanyol dan Portugal mahasiswa hanya diperbolehkan bekerja saat summer. Secara umum waktu kerja yang diperbolehkan hanya 20 jam maksimal per minggu.

  • Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kamu, secara garis besar, apa sih perbedaan sistem perkuliahan yang ada di kampus-kampus Eropa dengan yang ada di Indonesia? Mungkin bisa sedikit dijelaskan per poinnya. Misalnya dari segi dosen, mahasiswa, organisasi mahasiswa, dan interaksi antara dosen dan mahasiswanya.

Dari segi dosen, amat sangat berbeda. Dosen disini sangat terbuka dan update dengan hal baru. Selain itu, dosen disini lebih open-minded serta sangat terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswanya. Mengenai mahasiswa dan oraganisasi, pengelompokannya sangat jelas dan terstruktur rapi. Selain itu, sangat minim ditemukan bias antara organisasi profesi, minat dan bakat dan perpolitikan.

Hampir tidak pernah saya temui organisasi mahasiswa disini dicampuri urusan partai apalagi kepentingan politik dan keagamaan. Interaksi antar stake holder di kampus Eropa sangat gamblang, kalau ini ya ini kalau itu ya itu, langsung to the point.

  • Apa¬†Tips Sukses Meraih beasiswa Erasmus Mundusuntuk temen-temen dan pembaca di tanah air?

Rajin rajinlah membaca, sebab kehidupan di Eropa sangat mandiri. Jangan memulai mendaftar sebagai awardee dengan terlalu banyak bertanya, mulailah berlatih menemukan apa yang kamu butuhkan.

Sebenarnya semua tips yang telah tersedia di Internet sudah lebih dari cukup untuk kamu bisa menggapai suksesmu, tinggal kamu baca, pahami dan temukan jalan suksesmu sendiri. Jalan sukses itu baru ditemukan setelah berulang kali kegagalan.

Seperti saat saya pertama kali mencoba ice skating, jika saya takut terjatuh dan gagal maka saya tidak akan bisa dan semahir seperti saat ini.

Jatuh dan gagal adalah konsekuensi yang harus kita bayar atas perbuatan kita sendiri. Saran saya sekali lagi, temukan kegagalanmu untuk mendapatkan kunci sukses dalam hidupmu.

Teknis dari saya mungkin berlatihlah menulis motivation letter yang benar benar KAMU! Bukan copy-paste apalagi hasil google translate yang masih acak kadul.

 

Lanjut ke Part-2 ūüôā

 

 

 

 

 

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s