Bagasi Gratis tis tis

Salam’alaikum everyone!

Salam sejahtera dan penuh kasih untuk kita semua.

Tulisan kali ini adalah pengalamantentang pertolongan Allah Swt yang (lagi-lagi) sungguh mengagumkan dan selalu sukses membuat saya speechless dan bermuara pada rasa syukur yang tak bertepi.

Hari ini saya kembali pulang ke Kampung Halaman setelah sembilan hari berada di Kota Apel. Ngapain (lagi) di Kota Apel? Well, selain kangen dengan kota sejuk di Timur Pulau Jawa ini, saya juga kangen untuk ber-silaturrahim dengan sahabat-sahabat seperjuangan semasa kuliah di Kampus Putih. Plus, mengunjungi ex-kos-kosan saya dulu sekaligus silaturrahim dengan Ibu Kos se-keluarga.

Semenjak meninggalkan Kota ini setahun yang lalu, banyak hal yang berubah dengan penampilannya, khususnya di beberapa area sekitar Kampus tempat saya menyedot Ilmu dan Pengalaman berharga.

Setelah selesai semua urusan, saya pamit pulang.

Pukul 02:35 WIB (dini hari), mobil Travel yang saya pesan menjemput saya di rumah seorang kawan karib yang juga telah bersedia memberikan fasilitas tempat tinggal selama saya berada di Kota Apel ini. Saya sengaja memesan mobil Travel yang berangkat sebelum Shubuh ke Bandara. Alasannya sederhana, biar gak telat nyampe dan menghindari kemacetan di jalan menuju Bandara Juanda.

Saya berangkat diantar oleh sahabat-sahabat saya sampai ke Mobil. Mereka membantu membawakan barang-barang saya ke mobil. Barang bawaan saya gak banyak sih dari segi kuantitas, tapi saya yakin dari segi kualitas aka bobot-nya lumayan berat. Apa aja? Harus banget nih dikasih tau? Hahaha.

Well, Oke deh. 3 Kardus yang isinya buku-buku bacaan kesayangan & modul kuliah, 2 tas ransel day-pack yang isinya pakaian & laptop serta beberapa sertifikat berharga (sisa-sisa perjuangan selama menjadi Mahasiswa) dan juga Ijazah S1. Plus, 1 tas plastik oleh-oleh untuk keluarga di Rumah dan 1 tas kresek berisi roti dan cemilan serta air mineral dan susu kotak untuk sarapan. Hehe.

Perjalanan dari Kota Malang menuju Bandara Juanda biasanya menghabiskan waktu ±2 jam. Kali ini mobil travel yang membawa saya dan empat orang penumpang tiba di Bandara lebih cepat 30 menit. Alhamdulillah nyampe di Bandara pas adzan Shubuh berkumandang. Reminder-App (Prayer Time) di HP saya tak pernah lupa mengingatkan si empunyadi setiap waktu Shalat dengan mengumandangkan Adzan.

Saya dan penumpang lain pun segera turun. Pak Sopir membantu menurunkan barang-barang bawaan kami. Dan, sepertinya bawaan saya yang paling banyak. Hahaha.

“Berapa Pak?” Tanya saya kepada sang Sopir.

“90 ribu Mas.”

Saya langsung mengambil dompet dan mengeluarkan uang kertas 100 ribu dan memberikannya kepada Pak Sopir.

Sejak dalam perjalanan, saya udah niat untuk bersedekah kepada sang Sopir mobil travel yang mengantarkan saya ke Bandara.

Dan ketika Pak Sopir hendak memberikan kembalian duit 10 ribu, saya langsung mengatakan,

“Gak usah Pak. Kembaliannya buat bapak saja.”

“Owh.. Makasih Mas.”

“Mohon do’anya ya Pak, semoga perjalanan saya lancar.”

“Iya Mas. Saya do’akan semoga perjalanan sampean lancar.”

“Aamiiin..”

Do’a sang Sopir kepada saya sambil berpamitan. Ia langsung masuk ke Mobil dan pergi dengan wajah sumringah.

Saya pun segera mencari kereta dorong atau troli untuk menaruh barang bawaan. Biar mudah juga untuk bergerak menuju check-in counter.

Berhubung jam keberangkatan saya masih relatif lama, yakni jam 08:10 WIB, setelah sholat Shubuh berjamaah di Musholla Bandara, saya menyempatkan diri untuk mencari colokan listrik. Buat apa? Ya buat apalagi kalau bukan buat nge-charge baterai HP yang udah nge-drop. Hehe..

***

Saat menunggu check-in time dan mengisi baterai HP, mata saya tanpa sengaja “menangkap” dua orang (entah pasutri atau bukan, usia kisaran 30-an) yang sedang duduk di salah satu sudut area Bandara. Agak risih juga, karena mereka ngobrol sambil bercumbu mesra di ruang publik dimana penumpang dan pengantar hilir mudik di depan kursi tempat mereka duduk. Lama-lama saya jadi jijay..hahaha.

Sesekali si perempuannya ngeliat ke arah saya. Sepertinya dia curiga, kalo saya melihat tingkah mereka yang nggilani itu. Hahahaha.

Yang bikin saya gak habis pikir, si ceweknya ini pakaiannya sopan, berjilbab, model pakaian seragam ibu-ibu kantoran gitu. Cukup modisala-ala sosialita level sedang. Tapi gaya duduknya itu loooh… yang bikin saya gak nyaman. Bayangin aja, duduknya itu berpangku kaki, terus betisnya kelihatan sampai lutut, dikit lagi pahanya keliatan.Entah sengaja mau dipamerin atau enggak. Intinya gak mencerminkan sikap seorang Ibu yang sering ikut Pengajian rutin. Emang sih putih betisnya, tapi gak gitu juga kelessss.. hahaha 😀

Sementara si Lelakinya, kalo dari dandanannya sih, saya yakin dia itu seorang pejabat. Atau pekerja kantoran gitu. Pokoknya pakaiannya modis bin parlente yang menunjukkan kalo doi itu orang penting aka VIP.

Saya (makin) penasaran.Untuk menghindari kecurigaan mereka kalo aksi mereka itu sedang disorot oleh dua pasang “kamera” di kepala saya, saya pura-pura ngotak-ngatik HP, pura-pura sedang WhatssApp-an & BBM-an. Hahaha (Plis don’t try this at Home, coz ini hanya berlaku di Bandara..hahahaha)

Dan, ini yang saya pikir adalah klimaks dari rasa penasaran dan tanda tanya dalam batok kelapa saya, saat detik-detik sebelum si Lelakinya masuk ke dalam konter check-in untuk berangkat (pesawat si Lelaki bertolak jam 06 pagi), si perempuannya bilang sesuatu kepada si Lelaki-nya (gak tau bilang apa). Kemudian, si Lelaki mengeluarkan dompet, dan mengambil beberapa lembar duit pecahan 100 ribuan dan memberikannya kepada si Perempuan. Semacam “transaksi” gitu. Any idea where this piece of scenes will take you afterwards?

Lalu mereka beranjak menuju ke area security check. Mereka saling berpamitan. Jadi si perempuannya ini gak berangkat, cuman ngantar aja. Dan yang gak lucunya, si Lelaki-nya ini sebelum masuk ke bagian security check, ia meremas “itu”-nya si perempuan. WTF! Hahaha. Sayangeliatnya pengen muntah..hahaha. 😀 #Istigfarberkali-kali

Oke, kita kembali ke jalan yang benar ya. hahaha.. tadi selingan aja. Sorry, ini tulisannya jadi nyasar ke yang gak penting dan nggilani (nggilani ini bahasa kawan di Pulau Jawa, artinya menjijikkan).hehehe.. (awas muntah) hahaha 😀

Well, mau dilanjutkan gak nih ceritanya? Lanjut yaaa… hehe.

***

Pukul 07:05 WIB saya langsung menuju ke counter untuk check-in dan memasukkan barang-barang saya ke Bagasi.

Saya check-in di counter nomor 21 maskapai ….. Air. Nama maskapainya sengaja gak saya tulis karena menghindari isu promosi. Hahaha. You will know it later if you are good in details.hihihi..

Petugas yang sedang in-charge di counter 21 adalah seorang gadis berparas cantik. Dari jauh emang keliatan putih, bersih, kerudungan dengan bibir merah merekah balutan lipstik merah yang membuat setiap mata kedap-kedip bak lampu diskotik. Cantik kali kata urang Medan, Cantik niaaan kata urang Palembang. Hahahaha.

Udah-udah, jangan bayangin yang aneh-aneh. Tar saya tunjukin fotonya. Just stay tuned! Hahaha.

Si petugas (saya gak tau namanya, karena gak sempat melihat name-tag di seragamnya), meminta ID dan tiket. Saya langsung menyerahkannya sambiltersenyum simetris. Tapi si doi gak membalas senyuman saya. Jutek gitu. Hahaha. Sayang banget kan? Surplus cantik paras, tapi devisit cantik sikap/kepribadian. Hmmm… gak apa-apa sih, saya juga gak punya ekpektasi yang lebih besar dari kenyataan. (ngelesss hahaha)

“Senyum dikit kenapa mbak.”

“Emang harus gitu senyum ama situ??”

“Ya gak harus sih. Cuman kan kalo situ senyum, atmosfernya jadi lebih adem.”

“Gombal!”

“Siapa yang gombal? Itu beneran loh mbak.”

“Bodo amat! Udah, basi tau nggak!?”

“Ya ampun mbak, galak banget. Si Amat gak bodo loh mbak. Dia itu adek Kosan saya.”

“Aarrrrrggghhh!!! Diam!!!”

“Hahahaha”..

Serius banget bacanya brosis?? Dialog tadi hanyalah fiktif belaka. Wkwkwkw..

Kalo beneran terjadi dialog kayak di atas, saya udah digebukin sama penumpang lain yang antri di belakang hahaha.. 😀

Dan ketika ia meminta saya untuk meletakkan barang-barang yang mau dimasukkan ke bagasi, perasaan saya udah mulai deg-degan. Feeling saya mengatakan kayaknya akan kelebihan berat bagasi (over bagage). Dan ketika saya melihat ke indikator angka digital di samping timbangan, angkanya udah melewati 20 Kg. Saya pikir hanya lewat 1 Kg, eh rupanya sampe 5 Kg.

Waduuh… gawat nih. Kelebihan 5 Kg. Dalam hati udah was-was. Tapi saya tetap menunjukkan roman wajah yang tenang, seolah-olah barang bawaan saya gak over bagasi. Hehe.

Anehnya, si petugas yang cantik itu terlihat kalem bin woles. Harusnya dia langsung bilang kalo berat bagasi saya itu melebihi batas maksimum berat bagasi yang diizinkan oleh maskapainya, yakni maksimumnya 20 Kg. And it didn’t happen!

Dia malah sibuk memasukkan data dan memberikan label ke barang-barang bawaan saya.

Kok bisa dia gak mengatakan itu ya? what’s wrong? Apa indikator angka di depan layar komputer di hadapannya rusak? Atau apa mungkin indikator angka timbangannya tetap menunjukkan angka 20 Kg? Well, I don’t have any idea at all.

Selang beberapa menit kemudian, setelah ia memberikan label bagasi pada setiap item barang-barang saya, ia memberikan boarding-pass. Dengan perasaan dan pikiran yang masih dipenuhi tanda tanya, saya mengambilnya dan balik badan melangkah ke belakang.

Sambil memegang boarding-pass saya masih geleng-geleng kepala memikirkan kejadian aneh yang barusan saya alami. Kok bisa ya? Kenapa si petugasnya gak minta extra-money untuk membayar kelebihan bagasi 5 Kg? Yang jumlah totalnya 100 ribu (Biaya kelebihan bagasi 20 ribu/Kg).

Saya tiba-tiba tersenyum puas + senang + haru. Setelah saya renungkan, kejadian ini bukan tanpa sebab. Dan sebabnya sungguh jelas. Ini adalah “buah sedekah” saya tadi kepada Pak Sopir Travel. Masya Allah. Sungguh Allah SWT yang Maha Pemurah telah mengirimkan pertolongan-Nya kepada saya lewat wasilah Sedekah.

See… lihaat. Lagi-lagi saya ditolong-Nya. Mari kita analisis sambil flashback ya.

Tadi saya sedekah (secara gak langsung) kepada si Sopir Travel yang mengantarkan saya ke Bandara. Jumlah sedekahnya Rp.10.000, yang merupakan ongkos kembalian dari tarif yang harus saya bayarkan kepada Pak Sopir.

Kemudian saya mendapatkan balasan free of chargealias gratis atas kelebihan bagasi 5 Kg. Which is, kalo di itung-itung, nilainya sama dengan Rp.100.000, dimana biaya 1 Kg kelebihan bagasinya Rp.20.000,. Pas 10 kali lipat! Allahuakbar!!!

Saya sedekah Rp.10.000 langsung dibalas Rp.100.000.

Langsung dibalas sama Allah tunai! Hari itu juga, gak pake koma, gak pake lama. 10 kali lipat. SubhanAllah. Allah emang super duper baaaaaiiiikkk dan gak pernah bo-ong. Pokoknya speechlesssss lagi deh… Makasih ya Allah. Makasih. Makasih. Makasiiiiiiiih. 🙂

Dan kalo kembali kepada si Petugas counter yang surplus cantik tadi, ada banyak kemungkinan atas pertanyaan “why” dia gak meminta saya untuk membayar kelebihan bagasi sebanyak 5 Kg. Bisa saja ada Malaikat yang dikirim oleh Allah untuk merubah angka indikator timbangan di layar komputernya. Atau bisa juga, si Malaikat yang dikirim Allah itu menyamarkan penglihatannya, sehingga yang terbaca bukan 25 Kg, tapi 20 Kg atau 18 Kg, atau malah Cuma 10 Kg. Hehehe.. bisa saja.Who knows?

Mudah bagi Allah mah. Gak ada yang mustahil. Pokoknya kalo Allah udah ridho dan berkehendak untuk membantu Hamba-Nya, gak ada satu makhluk pun baik itu dari golongan Jin atau pun Manusia yang bisa menghalanginya. Right??

Pastinya bro. Top markotop dah kalo Allah udah “turun tangan” dalam menyelesaikan semua urusan kita. Dan janji Allah akan balasan (minimal 10 kali lipat) bagi setiap hamba-Nya juga udah sangat jelas tertulis dalam Kitab Suci,

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya.” (Q.S. Al-An’am : 60).

Yang saya pahami sejauh ini terkait balasan atau ganjaran dari Allah, 10 kali lipat itu adalah balasan minimal. Maksimalnya 700 kali lipat bahkan mungkin bisa lebih dari itu.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran). (Q.S. Al-Baqarah : 261).

***

Well, akhirnya saya berangkat tepat pukul 08:10 WIB menuju Bumi Nyiur Melambai. Alhamdulillah perjalanan saya lancar dan aman hingga ke rumah. Terimakasih udah meluangkan waktunya, menemani dan menyelami sepenggal pengalaman saya ini. Mudah-mudahan teman-teman semua bisa memetik hikmah dari cerita ini.

Dan, sebelum saya akhiri, saya ingin mengatakan bahwa ternyata manfaat sedekah itu ada lagi, yaitu bisa dapat ekstra bagasi gratis tis tis.hehehe. Patut dicoba nih. Kalo misalnya teman-teman sedang bepergian dan membawa barang yang cukup banyak, trik dan ilmu Sedekah ini patut dijajal. Bawa aja barang yang banyak, apalagi kalo banyak keluarga yang nunggu oleh-oleh di rumah. Hehe.

Dengan menggunakan logika sederhana dari kejadian yang saya alami ini sebagai landasan teori-aplikasinya. Sedekah Rp.10.000 dapet 5 Kg. Kalo pengen dapet ekstra bagasi 10 Kg, berarti sedekahnya dinaikkin 100 %. Jadi Rp.20.000, yang harus dikeluarkan untuk sedekah. Pengen lebih? You know what to do.hehehe

Okay? Siap mencoba? Siap dong. Harus yakin, jangan setengah-setengah ya. Ingat, keajaiban yang tak pernah disangka-sangka akan hadir setelah kita bersedekah. Trust me, it always works! 😉

And, finally. Foto session! Hehehe.

Nih, barang bukti. 3 kardus isi buku. 2 tas ransel isi laptop & pakaian& dokumen penting. 1 tas plastik isi oleh-oleh. Dan 1 tas kresek isi roti& air minum (ini buat sarapan sebelum take-off) hehe.

Check-in line. Belum terlalu padat. Counter no. 21 juga gak rame. Let's GO! :D

Check-in line. Belum terlalu padat. Counter no. 21 juga gak rame. Let’s GO! 😀

nah... ini dia si jali-jali. Eh maksudnya si petugas counter yang surplus cantik itu. Gimana? Cantik gak? Udah cantik aja. Gak mungkin ganteng kan? Hahaha

Nah… ini dia si jali-jali. Eh maksudnya si petugas counter yang surplus cantik itu. Gimana? Cantik gak? Udah cantik aja. Gak mungkin ganteng kan? Hahaha

Ini si doi sedang fokus. Jangan coba-coba nanya. Tar ditabokin. hahaha.

Ini si doi sedang fokus. Jangan coba-coba nanya. Tar ditabokin. hahaha.

Si doi masih sibuk dengan tugasnya. Itu mas yang dibelakangnya ngapain ya? santai banget. Mungkin dia lelah, jadi bersandar di dinding. Bandara juga gak begitu ramai. Jadi relax-nya kelihatan lebih banyak. Hehehe

Si doi masih sibuk dengan tugasnya. Itu mas yang dibelakangnya ngapain ya? santai banget. Mungkin dia lelah, jadi bersandar di dinding. Bandara juga gak begitu ramai. Jadi relax-nya kelihatan lebih banyak. Hehehe.

Menunggu Boarding sambil mengamati orang-orang yang juga akan terbang.

Menunggu Boarding sambil mengamati orang-orang yang juga akan terbang.

That’s it.

Thanks for being here. See you on the next post!

Wassalamua’alaikum….

Salam hangat dari Bumi Nyiur Melambai 🙂

 Stay Healthy, Stay Happy!

@arasyidharman

 

 

Advertisements

3 comments on “Bagasi Gratis tis tis

  1. yustindira says:

    Adorable, that’s very inspiring my senior. I have also experienced what you have done. Sedekah dibalas 10x lipat sama Allah dalam waktu kurang dari 24 jam. MasyaAllah, Semoga kisah ini bisa menginspirasi kepada semua pembaca. 🙂

    • Gimana ceritanya? Waktu itu Yustin Sedekah apa? Please let us know. Just write your experience here!:)

      Thanks for passing by! 🙂

      • Yustindira says:

        Saat itu kan Yustin mau berangkat ke kampus, Di belakang kampus ada bapak-bapak gitu, kasihan pokonya bapaknya itu, udah tua tak berdaya. akhirnya Yustin kasih uang 5rbu, hehe. awalnya mau ngasih 2rb aja, tapi kok kasihan, akhirnya Yustin kasih 5rbu deh. Akhirnya pas di kampus, ada ibu-ibu minta Yustin anterin ke suatu tempat, padahal gak jauh nganterinnya, eh Yustin dikasih uang 50rbu. hemh, terus Yustin ingat mungkin itu balasan dari sedekah Yustin ke bapak tua tadi. Gitu ceritanya, mas. hehhe,
        ada banyak lagi sih mas balasan sedekah yang Yustin terima, ya gak selalu berupa uang tapi urusan juga dipermudah sama Allah.
        Tulisan mas Rasyid bagus2, banyak sekali tentang balasan sedekah.
        di tunggu mas ya tulisan – tulisan selanjutnya. 🙂

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s