Surat Semangat dari Negeri Matador

Surat Semangat dari Negeri Matador. Terimakasih Laura. You beautifully light up my students minds. :)

Surat Semangat dari Negeri Matador. Terimakasih Laura. You beautifully light up my students minds. 🙂

Belajar Bahasa Inggris adalah sebuah pengalaman baru bagi murid-murid saya yang duduk di bangku kelas IV, V, dan VI. Sebelum kehadiran saya di SDN 1 Mangsang, pelajaran Bahasa Inggris belum pernah diajarkan.

Sejak semester I saya mulai mengenalkan Bahasa Inggris kepada mereka. Dan tanggapan setiap anak berbeda-beda. Ada yang sangat bersemangat, ada yang semangat saja, dan ada juga yang biasa-biasa saja. Bahkan ada yang terang-terangan mengatakan kalau tidak tertarik untuk belajar Bahasa Inggris.

Saya maklum.  Alasannya sederhana, karena memang setiap anak karakter dan minatnya berbeda-beda. Jadi saya selalu merendahkan ekspektasi saya ketika berhadapan dengan mereka di dalam kelas maupun di luar kelas.

Meskipun begitu, bendera semangat dan motivasi untuk Belajar suatu hal yang baru, dalam hal ini Bahasa Inggris, terus saya kibarkan. Bagi saya merupakan sebuah keharusan untuk menjelaskan alasan kenapa mereka harus belajar A,B,C dan seterusnya. Termasuk alasan mengapa mereka harus belajar Bahasa Inggris sejak dini.

Hasilnya?

Ada beberapa anak yang awalnya tidak tertarik untuk belajar Bahasa Inggris yang akhirnya berubah pikiran. Senang rasanya. Perlahan namun pasti pikiran dan cakrawala mereka mulai terbuka.

Saya menceritakan sedikit pengalaman saya ketika saya bisa terbang ke Amerika, bertemu orang-orang baru dari latar belakang budaya, bangsa, serta bahasa yang berbeda-beda.

Ketika saya bercerita, mata mereka menyala penuh antusiasme. Bahkan ada yang berkomentar seperti ini,

“Wah Pak Rasyid ini hebat nian. Pacak jalan-jalan ke Amerika.” [1]

Saya pun meresponnya dengan pertanyaan,

“Galak apa idak jalan-jalan ke Amerika?” [2]

“Galaaaaak Paaaaak…!!!” [3]

“Aman Galak, Belajar dan kuasai Bahasa Inggris.” [4]

“Tapi susah niaaaan Pak. Cakmanolah Pak?” [5]

“Kalo kito sungguh-sungguh, nda pulo susah.” [6]

 

****

Interaksi diantara kami di dalam kelas semakin hangat. Saya lantas menghubungi (via email) beberapa sahabat saya yang berada di beberapa Negara, termasuk yang berada di Amerika.

Saya dengan rendah hati menceritakan kegiatan saya saat ini dalam Gerakan Indonesia Mengajar. Selain itu, saya meminta mereka untuk menuliskan surat semangat kepada murid-murid saya. Inginnya sih tulisannya dalam Bahasa Indonesia, namun karena sebagian besar dari mereka tidak bisa, ya tidak apa-apa dalam Bahasa Inggris. Intinya mereka menulis surat semangat untuk jagoan-jagoan saya.

Mereka dengan senang hati bersedia untuk menuliskan surat semangat kepada murid-murid saya.

Dan, setelah beberapa minggu menunggu, salah satu surat semangat dari Spanyol masuk ke kotak surat saya. Alhamdulillah, akhirnya surat semangat dari seorang sahabat berkewarganegaraan Amerika yang saat ini sedang melakukan Internship di Spanyol tiba juga.

I am so happy. 🙂

Karena tulisannya (mungkin) ada yang kurang jelas/tidak terbaca, berikut saya tuliskan lagi isi suratnya :

“Dear Arasyid´s students,

I, like your teacher, am teaching English. It may seem like Engilsh is a useless language, and there is no point in studying it. It is very difficult to see the positive outcomes that studying Engilsh can bring. In the classroom, it is very hard to focus on what kind of results your hard work can produce. You have invested (and hopefully will invest a lot of energy in studying English).

Thankfully, your teacher studied English and came to my university in Kansas. If he, and his friends/colleagues, would not have studied English, I would never have met him, nor would I have a connection to Indonesia. I would not have such a strong interest in Indonesia if it weren´t for him and his friends. Since they spoke English, I was able to learn a lot about your country, culture, and people. Without knowing them, I would have no direct connection to your country, and would not be as interested. I told them that one day, I will visit Indonesia, and I plan to one day fulfil my word. 

When you learn a new language, you expose yourself to a new world, and a new way of thinking. English is a tool that you can use to connect to the rest of the world. Once you learn a new language, you increase your understanding of other countries and of your own as well, and your opportunities increase.

The world is at your fingertips, and only you are the hindrance of your own future. Learning English gives you a new perspective which lasts a lifetime, and you can connect with the world. It is a long process, but it is VERY worth it because there are many wonderful people, concepts, and places that await you. You are the authors of your futures. Don´t give up on English because it is a strong tool to use that will open your eyes and heart to a new world.

With love,

Laura

 

Gimana isi suratnya? Keren kan? hehe.

Saya gak sabar lagi untuk segera kembali ke Desa menunjukkan surat semangat ini ke murid-murid saya. Ya, surat yang harapannya akan membakar semangat dan motivasi murid-murid saya untuk belajar Bahasa Inggris lebih giat lagi, lagi, dan lagi.

Sekian dulu ya.

Semoga teman-teman juga bertambah semangat ketika membaca surat semangat dari Negeri Matador ini. 😉

Salam Semangat dari Bumi Serasan Sekate,

@arasyidharman

Keterangan :

[1] “Waah Pak Rasyid ini hebat sekali. Bisa jalan-jalan ke Amerika”

[2] “Mau nggak jalan-jalan ke Amerika?”

[3] “Maaaauuu… Paaaakk…!!!”

[4] “Kalau mau, belajar dan kuasai Bahasa Inggris”

[5] “Tapi susah sekali Pak. Gimanalah Pak?”

[6] “Kalau kita sungguh-sungguh, nggak juga susah.”

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s