Tuhan & Masalah

Setiap hari kita selalu dihadapkan pada berbagai masalah. Masalah yang besar maupun yang kecil. Kenapa Tuhan memberikan kita masalah yang terkadang -menurut pengetahuan kita yang terbatas- masalah itu terlalu berat sehingga tak jarang kita berkeluh kesah. Mengeluh pada diri sendiri, orang lain, lingkungan, atau bahkan mengeluhkan masalah itu sendiri.

Tidak ada manusia dan semua makhluk ciptaan-Nya yang luput dari masalah. Masalah dalam bahasa yang lain bisa diterjemahkan sebagai bentuk ujian yang diberikan Tuhan yang pasti telah direncanakan dengan sempurna jauh sebelum kita diciptakan.

Saya percaya bahwa Tuhan mengirimkan masalah kepada kita bukan tanpa maksud dan tujuan. Pasti ada maksud dan tujuan di balik setiap masalah yang datang silih berganti dalam kehidupan ini. Dan terkadang, maksud dan tujuan Tuhan itu mampu kita cerna dan pahami dengan panca indra. Namun, terkadang hati nuranilah yang mampu mencerna dan memahami dengan sempurna apa yang menjadi maksud dan tujuan Tuhan mengirimkan masalah tertentu dalam hidup kita.

Lagi-lagi, segala sesuatu terjadi karena ada alasan kenapa sesuatu itu (harus) terjadi, atau dalam hal ini kenapa sebuah masalah harus menimpa kita. Dan setelah saya renungkan, saya menemukan sebuah pemahaman sederhana bahwa, Tuhan mengirimkan masalah kepada kita karena Dia sayang kepada kita. Logikanya gimana? Sayang, tapi kenapa justru dikasih masalah? Harusnya kan dikasih kesenangan atau kenikmatan?

Iya memang harusnya begitu. Tapi itu adalah kebenaran dari sudut pandang manusia yang merupakan makhluk yang diciptakan. Lagi-lagi, ini menurut hemat saya, kebenaran itu belum tentu sama dengan kebenaran dari Tuhan, Zat yang menciptakan manusia. Manusia pengetahuannya terbatas sementara Tuhan tidak terbatas dan meliputi segala sesuatu.

Dengan adanya masalah, Tuhan sedang menguji iman kita.

Masalah adalah salah satu cara yang digunakan Tuhan untuk menguji iman kita. Apakah iman kita benar-benar kuat. Iman ibarat cinta. Dan cinta yang sejati harus dibuktikan dengan ujian. Begitu juga dengan Iman. Iman pun harus dibuktikan. Dengan apa? Salah satunya adalah dengan ujian.

Dan percayalah, Tuhan adalah penguji yang sempurna. Analogi sederhana tentang ujian ini adalah, saat kita belajar di Sekolah. Guru kita memberikan ujian untuk mengukur sejauh apa pemahaman kita terhadap pengetahuan yang telah diajarkan dan yang telah kita pelajari. Kalau kita lulus ujian, maka kita akan naik kelas.

Begitu juga dengan ujian iman. Iman yang kuat tidak akan pernah terbentuk kalau tidak ada ujian. Masalah adalah salah satu instrumen yang digunakan Tuhan untuk menguji iman kita. Kalau kita mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah yang menimpa kita, itu artinya kita lulus ujian dan bersiap naik ke kelas kehidupan selanjutnya yang tentunya akan diuji lagi dengan masalah yang kadarnya lebih berat dari kelas kehidupan sebelumnya.

Jadi sejatinya masalah itu adalah ujian keimanan yang sengaja diciptakan Tuhan untuk menyiapkan kita menuju kelas atau level kehidupan yang lebih tinggi. Semakin tinggi level keimanan kita, maka semakin tinggi juga kadar masalah yang akan diberikan. Tapi percayalah, Tuhan maha tahu kadar kemampuan kita. Jadi tidak perlu risau, semua sudah diukur dan diatur dengan sempurna karena Tuhan tidak akan pernah membebani atau menguji makhluk ciptaan-Nya melebihi kadar kesanggupannya.

Dengan adanya masalah, Tuhan sedang mendidik kita.

Banyak cara yang dilakukan oleh Tuhan untuk mendidik kita. Salah satunya adalah dengan masalah. Ya, masalah. Entahlah, darimana saya bisa sampai pada pemahaman ini. Tapi berdasarkan pengalaman menghadapi berbagai masalah dalam keseharian, saya merasa bahwa dengan adanya masalah kemampuan saya dalam beberapa aspek berkembang dan menjadi lebih baik.

Masalah datang dalam berbagai bentuk, kadar, dan ukuran. Masing-masing telah diatur dan direncanakan oleh Tuhan dengan sangat rapi. Masalah yang datang terkadang mengharuskan kita berpikir keras untuk mencari solusi. Dalam proses pencarian solusi dari sebuah masalah inilah, kita sebenarnya sedang dididik oleh Tuhan untuk menjadi manusia yang lebih cerdas, lebih baik dan lebih bijak dalam menjalani hidup.

Dengan adanya masalah, Tuhan sedang memperhatikan kita.

Dengan adanya masalah, Tuhan sesungguhnya sedang menyayangi kita dengan cara yang berbeda. Bukankah kalau kita menyayangi seseorang, kita akan memperhatikan dia dengan porsi yang lebih? Dalam hal ini, Tuhan pun begitu. Namun, perhatian Tuhan tidak selalu dalam bentuk kebaikan atau nikmat yang diberikan kepada kita.

Terkadang, bentuk perhatian Tuhan kepada kita berupa masalah. Dengan adanya masalah Tuhan sejatinya sedang memperhatikan kita. Coba pikirkan, kalau Tuhan tidak menyayangi dan mencintai kita, tentunya Dia tidak akan memperhatikan kita. Iya kan?
Maka dari itu, berbahagialah orang yang hidupnya dipenuhi masalah. Hehe.. itu artinya ia sedang mendapatkan perhatian yang besar dari Tuhan. Tapi kalau hidupnya selalu bermasalah, berarti ada sesuatu yang tidak beres. Segeralah introspeksi dan perbanyak istigfar memohon ampun kepada Tuhan. Karena bisa jadi, masalah yang datang itu bukan lagi bentuk kasih sayang Tuhan, melainkan bentuk hukuman yang diberikan-Nya karena kesalahan atau dosa yang kita lakukan. Segeralah bercermin untuk introspeksi diri dan memohon ampunan dan kasih sayang-Nya.

Dengan adanya masalah, Tuhan sedang menguatkan kita.

Masalah adalah kekuatan. Dengan adanya masalah, kita menjadi semakin kuat dalam menghadapi berbagai macam hal yang tidak mengenakkan. Kita menjadi terbiasa dengan situasi yang berat dan penuh tantangan. Itu semua hanya akan terjadi kalau kita bertemu dengan masalah dan mampu menaklukkannya.

Masalah juga secara langsung membentuk karakter kita menjadi pribadi yang kuat dan tangguh baik secara fisik maupun psikis. Dan Tuhanlah yang sebenarnya sedang berada dibalik masalah itu. Dia menginginkan kita menjadi hamba-Nya yang kuat dan tangguh. Karena memang Tuhan lebih menyukai hamba-Nya yang kuat dan tangguh. Dan sebenarnya kita pun begitu. Kita menyukai dua kata ini, kuat dan tangguh. Lagi-lagi, masalah adalah cara Tuhan untuk menumbuhkan dua kata itu di dalam diri kita. Maka, jika masalah datang, sambutlah dengan gagah berani dan taklukkan masalah tersebut dengan jiwa kesatria.

Dengan adanya masalah, kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan.

Dengan adanya masalah, Tuhan sedang melihat kesungguhan kita untuk mendekat kepada-Nya. Masalah, secara langsung maupun tidak sebenarnya akan menuntun kita untuk kembali kepada Tuhan. Mungkin diantara kita, atau bahkan kita semua, pernah merasakan dan mengalami atau membuktikan kebenaran pernyataan di atas.

Masalah adalah salah satu pintu yang disediakan oleh Tuhan kepada kita untuk mendekat kepada-Nya. Dengan adanya masalah yang sulit untuk kita pecahkan, kita memohon petunjuk dan pertolongan kepada Tuhan lewat bait-bait do’a yang kita panjatkan dalam sujud. Kita juga menjadi semakin sadar bahwa kita tidak ada apa-apanya dihadapan-Nya. Dialah yang Maha segalanya. Dialah satu-satunya yang bisa menyelesaikan semua permasalahan hidup yang kita alami.

Mungkin ketika tanpa masalah, kita merasa hidup kita bahagia dan aman sentosa yang berujung pada sikap acuh tak acuh akan perintah dan larangan Tuhan. Dan terkadang, tanpa adanya masalah yang datang, hubungan kita dengan Tuhan menjadi renggang. Tak jarang juga, hubungan kita dengan Tuhan terputus. Kita melupakan Tuhan. Kita sibuk dengan urusan dunia. Kita sibuk dengan diri sendiri. Kita sibuk dengan berbagai kemewahan yang diberikan Tuhan.

Karena kasih sayang-Nya, Tuhan menegur kita dengan mengirimkan masalah. Tujuannya agar kita sadar dan kembali mendekat kepada-Nya. Tuhan ingin mendengar keluh kesah kita sebagai hamba dalam balutan air mata kerinduan. Karena sesungguhnya Tuhan merindukan dan menyayangi kita melebihi seorang Ibu yang merindukan dan menyayangi anaknya.

Tuhan jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang selalu mensyukuri setiap ujian dan masalah yang Engkau berikan.
Karena kami sekarang menyadari bahwa semua ujian dan masalah yang datang, tidak lain adalah bentuk perhatian dan kasih sayang-Mu kepada kami.

Tuhan, maafkan kekhilafan kami selama ini yang merasa bahwa ketika Engkau mendatangkan masalah, Engkau sedang menghukum kami.
Tidak ada satu hal pun yang Engkau berikan kepada kami melainkan ada kebaikan dan hikmah di dalamnya.
Tuhan, berikan kami kekuatan untuk menjadi hamba-Mu yang pandai bersyukur.
Amiiin.

Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan, khususnya bagi saya pribadi sebagai insan yang masih harus banyak belajar.

Salam,

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s