Perjalanan itu pun dimulai

PelepasanPM8atWismaHandayani

We are ready to fight!! 😀

Suara syahdu Pak Hikmat, masih jelas terngiang di telinga ketika kami meninggalkan Wisma Handayani. Hari ini kami resmi “dilepas” untuk melanjutkan tugas mulia sebagai Pengajar Muda di 75 titik penugasan yang tersebar di sepuluh Kabupaten di Bumi Pertiwi.

Satu persatu dalam formasi kelompok penempatan masing-masing, kami memasuki Bandara Soekarno – Hatta.

Guratan kompleks perpaduan berbagai corak emosi jelas terlihat di wajah-wajah itu, wajah kami semua. Senang, sedih, was-was, capek, sumringah, dan ekpresi emosi lainnya yang hanya bisa dimengerti oleh hati kami masing-masing.

Suasana Bandara yang tidak begitu ramai, menambah syahdu perasaan kami. Kesyahduan itu berpadu dengan suasana hati kami yang, entahlah…. saya tidak menemukan kata yang ‘pas’ untuk melukiskannya.

Ya pagi ini kami akan berangkat ke ‘dunia’ baru yang belum pernah kami bayangkan sebelumnya. Sebuah daerah, tempat kami akan menghibahkan waktu, energi, Ilmu, dan pengalaman selama satu tahun.
Orang tua dan sanak saudara terlihat sudah berada di Bandara. Mereka hendak melepas keberangkatan kami untuk mengabdi di sudut-sudut bumi Pertiwi.

Ya kami semua, 75 anak muda Indonesia yang kata Pak Anies Baswedan adalah kumpulan anak muda yang “aneh” atau malah bisa dibilang “gila” karena mau bergabung bersama Gerakan Indonesia Mengajar.

Entahlah, apa maksud dibalik kata-kata itu. Yang jelas, makna dari dua kata itu bertolak belakang dengan makna literalnya. Kami hanya bisa tersenyum geli dan tertawa saat Pak Anies mengucapkan kata-kata itu di sela-sela sesi Training dimana ia menjadi nara sumbernya.

Kami akan terbang membawa sebuah misi mulia untuk Bangsa Indonesia. Bangsa yang kami cintai dengan seluruh jiwa dan raga. Dan tidak ada yang tahu, selain yang Maha Tahu, apakah nantinya misi kami ini akan tercapai atau tidak. Yang kami tahu, kami sedang berbuat sesuatu untuk Republik ini.
Peluk, tangis, senyum, mewarnai keberangkatan kami pagi tadi. Tak bisa kami pungkiri, kami hanyalah sekumpulan anak-anak muda yang sedang berusaha tegar untuk melepaskan segala atribut ‘kenyamanan’ kami selama ini.
Kami akan pergi untuk melukis pelangi di hati saudara-saudara kami di pelosok negeri.

Satu per satu kami meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta.Meninggalkan sanak saudara, kerabat, guru, dan semua orang yang selama ini telah memberikan dukungan yang luar biasa kepada kami.

Satu tahun. Hanya satu tahun. Mungkin bagi sebagian orang satu tahun itu adalah waktu yang lama. Namun, bagi kami waktu satu tahun itu hanyalah angka semata yang tak ada artinya bila dibandingkan dengan berbagai peristiwa yang sebentar lagi akan kami ukir bersama anak-anak Indonesia nun jauh disana, jauh dari hingar-bingar perkotaan yang saat ini sedang menunggu kehadiran kami.

Kami percaya bahwa apa yang (sedang) kami lakukan sekarang, pada akhirnya tidak hanya akan menjadi sebuah cerita untuk generasi selanjutnya, namun ini juga akan menjadi sebuah sejarah.

We are not only making a story, we are also making a history.

Di atas semua itu, saya merasakan bahwa ini adalah sebuah perjalanan mulia. Layaknya perjalanan ruhani ke Tanah Suci yang harus disyukuri. Alhamdulillah….

Salam,
Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta
15 Juni 2014

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s