Belajar Nulis dari mereka

Workshop Nulis at Ria Djenaka Malang 2013

“Intinya menulis itu adalah masalah disiplin”, 

“Menulis itu mudah, semua orang bisa menulis”,

“Semua butuh proses, tidak ada yang instan, begitu juga dengan menulis.”

Beberapa kutipan dari salah satu pemateri yang saya “ikat” ke dalam catatan saya pagi tadi. Ada sekitar 115 orang yang hadir mengikuti kegiatan workshop menulis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan nulisbuku.com dan plotpoint.

Workshop ini merupakan bagian dari kegiatan lomba menulis Tulis Nusantara 2013 yang bertemakan “Merayakan Warna-Warni Indonesia”. Ada 12 kota yang memperoleh kesempatan dikunjungi oleh penyelenggara untuk diadakannya workshop Tulis Nusantara ini.

Salah satunya adalah kota Malang yang merupakan kota terakhir dari 12 kota RoadShow yang ada dalam daftar lokasi penyelenggaraan Workshop Tulis Nusantara 2013.

Materi pertama tentang kepenulisan secara umum yang disampaikan oleh Mbak Windy (Penulis dan juga editor). Mbak Windy berbagi banyak hal seputar dunia tulis-menulis yang telah ia geluti dan bisa dibilang telah menjadi dunianya.

Ada satu kutipan yang sangat menarik dan menggugah saya dan peserta lainnya. Kutipan ini disampaikan oleh mbak Windy di menit-menit awal workshop. Bunyi kutipannya begini,

“Kalau kamu pergi ke Toko Buku dan kamu tidak menemukan buku yang kamu cari, maka kamulah yang harus menuliskannya.”

Keren banget kan?

Terlepas dari siapa yang nulis kutipan di atas, yang pasti kutipannya sangat memotivasi. Iya kan?

Beberapa poin penting seputar aktivitas menulis yang saya tangkap dari penjelasan Mbak Windy :

Menulis = Berbicara.

Tidak sama persis sih, tapi kurang lebih sama. Intinya menulis itu sama mudahnya dengan berbicara. Orang yang bisa bicara pasti juga bisa menulis. Asalkan dia mau nulis. Dan, ini yang paling penting, dia punya tangan untuk menulis! Hehehe 😀

Ya menulis itu sama dengan berbicara melalui jari-jemari dengan pulpen atau keyboard yang ada di laptop atau komputer. Jadi menulis itu tidak sulit, yang sulit itu memulainya. Kalau kita mau menulis, ya nulis saja.

Sama halnya dengan berbicara. Gak usah mikir aturan tata bahasa yang ruwet itu. Memang tata bahasa tetap penting, tapi kalau hal itu menjadikan penghambat untuk menulis ya di simpan aja sementara. Dan menulislah layaknya kita berbicara. 🙂

Menulis = Latihan, bukan Bakat.

Jadi jelas sekali, menulis itu bukanlah sebuah bakat. Tapi adalah sebuah latihan. Kalau kita percaya bahwa kemampuan menulis itu adalah bakat, maka tidak ada yang mau menulis. Dan alasannya pasti macem-macem.

Misalnya, “Ah pantaslah dia jago nulis, emang dia bakatnya nulis…”, “Aku gak bisa nulis, soalnya bukan bakatku”, dan seterusnya. Pemikiran yang beginian, kata mbak Windy, harus dimusnahkan dari pikiran dan alam bawah sadar kita.

Kenapa? Ya karena gak baik dan merusak kreatifitas! Ganti anggapan yang gak-gak itu, dengan hal-hal yang positif dan memotivasi kita untuk menulis. Ingat, menulis itu bukanlah bakat, tapi latihan. Semakin sering kita berlatih, semakin baik tulisan kita. Kalo peribahasanya orang seberang, “Practice makes Perfect”. Itu!! 😀

Menulis = Masalah Disiplin.

Latihan juga harus konsisten. Harus dilakukan dengan penuh kedisiplinan. Bukan hanya masalah menulis, tapi apa pun yang dilakukan dengan disiplin akan membuahkan hasil yang maksimal. Jadi setiap hari harus bin wajib latihan untuk disiplin menulis.

Singkatnya tiada hari tanpa menulis. Ya menulis apa saja yang menarik minat kita. Bisa seputar hobi, pengalaman unik, komentar terhadap suatu hal, atau apa saja yang menurut kita penting dan harus ditulis.

Lagi-lagi kembali ke kita masing-masing. Kalau mau serius pengen jadi penulis hebat dan berkualitas, ya tidak ada tawar menawar dengan disiplin latihan menulis setiap hari.

Penulis = Kamu menulis vs Kamu akan Menulis.

Penulis ya kerjaannya nulis. Penulis bukanlah orang yang akan menulis. Tapi orang yang menulis. Hilangkan kata AKAN. Sehingga, Penulis = Kamu akan Menulis. As simple as that!  🙂

Materi kedua disampaikan oleh Mbak Donna. Mbak Donna memaparkan materi seputar teknik menulis Novel dan cerpen. Semua hal yang berkaitan dengan hal-hal teknis seperti kerangka tulisan berupa plot, karakter, ide cerita, setting, penokohan, dll, dikupas tuntas oleh Mbak Donna.

Dari pemaparan yang panjang lebar itu, saya bisa mengambil satu frame kesimpulan, bahwa semua bisa dipelajari. Menulis itu adalah sebuah proses kreatif yang tidak bisa secara instan dikuasai. Semua butuh proses. Satu-satunya hal yang instant itu adalah mie instant! Hehe 😀

Intinya, semua orang bisa menjadi penulis, tapi tidak semua orang bisa menjadi penulis yang baik dan produktif. Begitu juga dengan menulis. Menulis itu mudah, yang sulit itu membuat tulisan yang baik dan berpengaruh.

Tapi kabar baiknya, kita semua punya peluang untuk bisa menjadi penulis dan membuat tulisan yang baik dan berpengaruh dengan latihan terus-menerus, tanpa putus. Kalau orang lain bisa menghasilkan tulisan (karya) yang baik dan berkualitas dengan jalan latihan dan disiplin, lantas kenapa kita tidak?

Semoga bermanfaat.

Salam,

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s