Minta Roti, dikasih Duit

Lagi lagi ini kisah tentang iman. Kisah tentang kebenaran Janji-Nya. SubhanAllah, pokoknya Allah itu bener-bener Maha Mendengar & Maha Baik pastinya. Asli ga ada matinya! πŸ˜€

Jadi ceritanya, tadi siang selepas sholat Dzuhur di Masjid Kampus UMM (Masjid AR Fachruddin) ada acara Akad Nikah. Selepas sholat sunnah, saya ga langsung balik. Pengen menyaksikan akad nikah. Jarang-jarang juga ada momen beginian.

Keluarga besar baik dari mempelai pria dan wanita sudah berkumpul. Saya dan beberapa jamaah lainnya yang masih berada di Masjid ikut merapat. Ya sebenarnya agak malu juga sih, cuman tetep aja badan ini ga mau diam. haha πŸ˜€

Terlihat beberapa orang dengan pakaian rapi, jas, dan berkopiah masuk ke dalam Masjid. Tidak salah lagi mereka adalah keluarga inti dari kedua mempelai. Seorang Ustadz, mungkin juga merangkap sebagai Penghulu sudah berada disana. Saya menyaksikan dengan seksama prosesi akad nikah yang berlangsung dengan penuh haru dan suka cita. Sejenak pikiran melayang. Membayangkan saya yang berada di posisi sang mempelai pria. Hahaha πŸ˜€

Akad Nikah selesai. Dilanjutkan dengan acara ramah tamah, termasuk foto keluarga. Dan tentunya pemberian cinderamata dari keluarga kedua mempelai kepada para tamu undangan. Nah, saya pengen juga dapat bingkisan. Ngarep banget dapat satu. Lumayan, satu paket bingkisannya itu berisi macem-macem, termasuk satu kotak roti. Kalau ga salah Holland Bakery. Pas belum makan siang juga. Jadi si perut udah ga karu-karuan bunyinya. hahaha πŸ˜€

Ya Allah. Gimana caranya saya dapat tuh roti. Dalam hati saya terus berdo’a. Kira-kira do’anya gini, “Ya Allah, aku mau banget dapat tu bingkisan. Terutama rotinya. Enak banget kayaknya. Engkau tahu aku belum makan siang. Laper ya Allah.”

Setelah do’a, saya “dorong” dengan sholawat. Terus baca sholawat pokoknya. Dalam hati tentunya. Kalau keras-keras, bahaya tar kedengaran sama Jamaah yang lain yang duduk di samping kiri dan kanan. πŸ˜€

Saya do’a aja dalam hati. Ga putus. Jadi sambil ngelihat bingkisan aka cinderamata itu dibagi-bagi, dalam hati saya terus berdo’a. Minta sama Allah.

“Ya Allah, bagi rotinya juga dong. Masa cuma tamu undangan aja yang dapat. Aku juga mau dooong ya Raab.” Do’anya sambil ngerengek gitu. Sekali lagi dalam hati πŸ˜€

Dan SubhanAllah keajaiban itu pun datang. Sampe acaranya selesai, ga ada tanda-tanda mau dapat itu bingkisan. Hahaha πŸ˜€ Sampe akhirnya saya berjalan ke arah yang membagi-bagikan bingkisan. Dalam hati mudah-mudahan dikasih pas lewat. Pokoknya pasang muka melas. Hahaha πŸ˜€

Dan tetep ja ga dapat. Ga dianggap. Hahaha πŸ˜€

Ya iyalah. Penampilannya aja dah ketahuan. Bukan tamu undangan. Hahaha πŸ˜€

Para undangan pake batik, formal banget deh dandanannya. Lah diriku?? Kayak gembel. hahaha πŸ˜€

Dalam hati tetep aja do’a minta roti.

“Ya Allah. Gimana caranya ya. Pengen banget dapat tu roti.”

Akhirnya sampe acaranya selesai dan bingkisannya habis, tangan saya tetep ga dapat roti. huhuhu -___-

Ya sudahlah. Mungkin Allah punya suatu hal yang mau dikasi selain roti. Saya pun ke kampus. Pergi menemui dosen. Dan ketika saya selesai ngobrol dengan dosen saya, saya kaget, karena pas saya mau beranjak hendak keluar dari ruangannya, tiba-tiba ia menahan saya. Sambil memberikan selembar uang kertas. Saya bingung. Terus saya tanya, “Ini duit buat apa ya Bu?” Dan katanya ambil aja. Anggap aja hadiah darinya. Dia juga memberikan hal yang sama kepada beberapa mahasiswanya.

SubhanAllah…

Seketika saya sadar. Ini adalah skenario-Nya. Jarang-jarang dosen saya ini ngasih sesuatu apalagi ngasih duit kepada mahasiswanya. Biasanya juga suka galak kalau ke Mahasiswa. Hahaha πŸ˜€

Tapi, tadi kenapa dia berubah jadi baik gitu dan ngasih duit lagi?

Saya yakin ini adalah buah dari do’a saya tadi di Masjid. Yakin sekali bahwa Allah itu enggak pernah boong. Saya minta roti, ga dapat roti, eh malah dikasi duit. Dan SubhanAllah, duitnya itu dikasi oleh Allah lewat tangan dosen saya tadi. Dan tau ga? Duit yang dikasi dosen saya itu bisa (sangat bisa) untuk membeli satu kotak roti. SubhanAllah…. lagi-lagi saya dibuat speechless!

Ya Allah, makasih banget. Engkau emang Maha Tahu dan Maha Pengabul Do’a hamba-hamba-Mu yang percaya akan Kebesaran dan Kekuasaan-Mu.

Semoga teman-teman dan kita semua bisa menjadikan do’a sebagai senjata terbaik dalam kehidupan sehari-hari.

Karena ini adalah Janji-Nya dalam Al-Qur’an,

“Dan Tuhanmu berfirman : “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Al-Mu’min:60).

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186).

Semoga bermanfaat.

Salam,

mysignaturee

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s