Pentingnya rasa Iri

Pernah ga sih teman-teman iri dengan seseorang? Pasti pernah ya. Kalo belum, anggep aja pernah ye. hehe

Iri terhadap seseorang, entah itu iri dengan penampilan fisiknya, cara berpakaiannya, kecerdasannya, prestasinya, sampe iri ke hal-hal (sepele) lainnya. Intinya rasa iri itu pernah, meskipun hanya sepintas, nyantol di hati. Udahlah ngaku aja, pernah kan? Ga ngaku juga, gua kepret loe! Hahaha ๐Ÿ˜€

ย Rasa iri itu adalah manusiawi, artinya setiap orang pasti punya perasaan itu. Mungkin, hanya mungkin nih, sampe sekarang ada di antara kita yang akrab sekali dengan rasa itu. Atau justru tiap hari selalu iri dengan semua orang yang lebih baik dari dirinya. Astagfirullahala’ziiim…

Mudah-mudahan ga ya.

Sebenarnya apa sih iri itu? sebentar, iri dan dengki itu beda ya?

Gimana ya jelasinnya, ya intinya sama aja, iri itu bisa dibilang saudara kembarnya dengki. Dua-duanya sama, cuma beda katanya aja. Tapi artinya tetep sama. Kalo kata Bapak Guru kita waktu SD dulu, istilah kata yang memiliki arti yang sama adalah ….. ada yang tau?

Yup! Benar sekali. Apa mang? Ga tau.. loh?? Hahaha ๐Ÿ˜€

Ini becanda aja. Ok, yang tadi jawabnya Sinonim siapa ya? ayo ngacung. Selamat, yang ngacung dapat piring cantik.. #horeee ๐Ÿ˜€

Ok. kembali ke leppppp….

Jadi rasa iri atau dengki itu, sederhananya begini. Kita merasa susah melihat orang lain senang, dan merasa senang ketika melihat orang lain susah. Singkatnya, susah melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah. Got it?

Jadi aslinya iri atau dengki itu mang ga baik. Kata siapa juga iri atau dengki itu baik. Lah trus? Judul tulisan ini, kok pentingnya rasa iri?? O_O

Hahaha.. Relax. Ga usah melotot gitu juga kali.. ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜€

Ga ada yang salah dengan judul tulisan ini. Yang salah itu pikiran yang terburu-buru menyimpulkan dan menilai. Ini kan pembahasannya belum selesai. Jadi, stay calm bro, sist. ๐Ÿ™‚

Jadi?

Ya rasa iri atau dengki itu relatif. Rasa iri atau dengki sejatinya bisa bermakna positif dan negatif. Tergantung aktor dibalik rasa itu. Wuiih.. bahasanya. Pake aktor segala, emang mau main film? Hahaha ๐Ÿ˜€

Iya bro, tau aja nih, ane kan aktor-wanna be.. ๐Ÿ˜›

Kalo iri yang negatif ya itu tadi. Persis seperti definisinya di atas.

Trus? iri yang positif itu yang gimana?

Mau tau aja, apa mau tau banget? ๐Ÿ˜€

Baiklah, baiklah. Karena ente dari tadi ga bisa diem, nanya terus, ane jawab nih.

Maksud dari rasa iri yang positif itu, ketika rasa iri itu kita niatkan untuk memperbaiki diri. Bukan malah merusak diri. Kalo iri yang kebanyakan orang lakukan selama ini kan iri yang negatif itu. Apa-apa bawaannya ga senang aja sama kelebihan atau kebaikan orang lain. Jangan ya. Jangan diterusin. udah, udah, ga baik iri itu. Itu juga kan salah satu sifatnya Iblis, dedengkotnya Setan yang sukses mengeluarkan Nenek Moyang umat Manusia, Adam dan Hawa dari Surga-Nya.

Misalnya nih, iri yang positif ya. Kita punya temen nih. Katakanlah dia punya kelebihan dalam hal prestasi. Di kelas dia selalu juara. Tidak hanya itu, teman kita ini juga punya seabrek prestasi lainnya yang bikin semua orang terkagum-kagum. Selain itu, dia juga disenangin sama guru-guru atau para dosen di Kampus.

Terus kita sebagai temennya harus gimana? Ikut senang dong ya. Pasti itu. Tapi, kita juga harus iri sama dia. iya iri.

Kita iri bukan karena kita tidak suka dengan segala prestasi yang telah dicapainya. Kita harus iri dengan niatan agar kita berubah dan berbenah. Jadikan teman kita itu sebagai motivasi atau alasan untuk juga berprestasi.

Iri aja sama dia. Tapi tetep niatnya dijaga. Bukan iri untuk menjatuhkan dia, tapi iri untuk mengangkat diri kita agar bisa berada di posisi yang sama seperti dia. Atau kalo bisa lebih tinggi, why not? J

Selain itu, rasa iri yang positif ini bisa juga kita terapkan sebagai api semangat untuk terus meningkatkan kompetensi dan prestasi. Dengan adanya rasa iri ini kita tidak akan bersantai-ria dalam belajar. Karena kita telah melihat bukti nyata, yakni teman kita sendiri yang berprestasi banyak memperoleh penghargaan baik dari teman-teman, para guru/dosen, dan tentunya dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Contoh rasa iri yang positif lainnya adalah dalam hal amal saleh. Katakanlah kita mengenal seorang sahabat. Mungkin sahabat satu kelas, satu kampus, satu organisasi, atau bahkan sahabat sepermainan waktu kecil dulu.

Kita mengenalnya, sebagai sahabat yang MashAllah, akhlaknya baik, sholatnya terjaga, dan diam-diam kita juga tahu kalo sahabat kita ini adalah seorang yang gemar membantu sesama, misalnya gemar bersedekah ke anak-anak Yatim, para kaum Dhuafa, dan lain-lain. Pokoknya anak Shaleh, bukan Shaleh aja, tapi Shaleh banget. Hehe

Kehidupannya pun, MashAllah, penuh kemudahan dan ketenangan. Segala urusannya selalu dimudahkan sama Yang Maha Kuasa. Semua itu, tidak luput dari Rahmat dan Kasih Sayang Allah Swt sebagai buah dari amal shaleh yang ia kerjakan.

Nah, sebagai sahabatnya, kita harus gimana? Tentunya bersyukur dong punya sahabat seperti dia. Iya kan?

Tapi apakah cukup sekedar ngomong gini :

ย โ€œAku bersyukur banget punya sahabat kayak dia, udah baik, sholeh, pemurah, ga sombong lagi,โ€ apakah cukup sampe situ?

Kalo sampe situ juga ga apa-apa. Itu juga udah baik. Tapi sayang kalo kita cuma bisa bersyukur karena udah dikasih sahabat yang baik dan shaleh. Harusnya gimana?

Ya lagi-lagi kita harus iri sama dia. Ya iri, pake tapi ya. Iri yang positif tentunya.

Kita harus iri sama sahabat kita yang Shaleh itu. Harus iri se-iri-iri-nya! Masa kita ga bisa seperti dia? Menjadi anak yang Shaleh yang sangat di cintai oleh Allah swt, karena amal shalehnya.

Harusnya kita jangan mau kalah sama dia. Jangan mau kalah dalam beramal shaleh. Apalagi kita udah melihat sendiri bagaimana kehidupan sehari-harinya yang penuh dengan Rahmat dan Pertolongan Allah SWT yang merupakan buah dari amal sholeh yang ia lakukan.

Rasa iri kita ke sahabat kita itu harus, sekali lagi, tetap dalam hal yang positif, menjadikan kita pribadi yang juga shaleh. Harus berlomba untuk menjadi hamba-Nya yang shaleh. Ya berlomba dalam kebaikan.

Bukankah berlomba-lomba dalam kebaikan adalah salah satu ajaran agama kita? Yang tentunya sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, ulama, dan orang-orang Shaleh dari zaman dulu sampai sekarang. Dalam Al-Qurโ€™an pun Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berlomba dalam kebaikan.

โ€œDan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.( Q.S Al-Baqarah : 148 ).

Udah jelas kan? Bahwa ternyata rasa iri itu tidak hanya bermakna negatif, tapi juga positif tergantung bagaimana kita memaknainya dan menerapkannya.

Jadi mulai sekarang kalo misalnya ngelihat seseorang baik itu teman, saudara, tetangga, atau siapa pun itu, yang punya kelebihan dari diri kita, selama kelebihannya itu tidak dalam hal negatif, maka munculkan rasa iri itu. Rasa iri yang positif untuk dijadikan sebagai motivasi dan pembakar semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, atau minimal sama seperti mereka yang menurut pandangan kita punya kelebihan dalam hal tertentu.

Dan teruslah berlomba dalam kebaikan. Karena itu adalah perintah dari Allah Swt agar kita semua menjadi hamba-hamba-Nya yang beruntung.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi bahan renungan sekaligus pelajaran bagi kita semua, terutama bagi saya pribadi yang masih harus terus belajar untuk IRI pada orang-orang yang lebih baik dari saya, baik dalam urusan dunia, lebih-lebih dalam urusan Akhirat.

Semoga bermanfaat,

Salam,

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s