Maut : Satu nasehat yang lebih dari cukup

We’re nothing.

We’re born.

We live.

We die.

We’re nothing.

27989_10151333126870909_1046578590_n

Kematian adalah peristiwa yang pasti akan menemui semua manusia dan semua makhluk bernyawa yang ada di alam ini. Tidak hanya di dunia tapi juga di seluruh jagat raya.

” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. “
(Q.S. Ali-Imran : 185)

“ Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kami lah kamu akan dikembalikan. ” (Q.S. Al-Anbiya : 35)

 

Cepat atau lambat kita semua, tanpa terkecuali, akan mengalami satu fase kehidupan yakni kematian. Suka atau tidak suka, tua atau muda, miskin atau kaya, pejabat atau bawahan, raja atau budak, yang cantik atau yang jelek, yang hitam atau putih, tinggi atau pendek, semuanya akan mengalami kematian.

Sebuah berita duka menghampiri saya dua hari yang lalu. Salah seorang teman mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Innalillahi Wainna Ilaihi rojiuun. Semua adalah milik Allah SWT dan semua akan kembali kepada-Nya.

Berita duka tersebut bagaikan sebuah “tamparan” peringatan bagi saya. Betapa kematian itu adalah sebuah kepastian yang penuh misteri. Teman yang mengalami kecelakaan tersebut usianya masih sangat muda. Dua puluhan usianya. Tidak ada yang menyangka kalau waktunya untuk meninggalkan dunia ini telah tiba. Begitu cepat. Dalam hitungan detik ruh meninggalkan jasad. Maha Suci Allah yang menghidupkan dan mematikan semua makhluk ciptaan-Nya.

Terkait masalah kapan dan dimana seseorang akan menemui ajalnya mutlak adalah misteri dan hanya Allah Swt saja yang mengetahuinya. Hal ini termaktub dengan sangat jelas dalam Firman-Nya,

” Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Luqman : 34)

 

Saya melihat diri saya sembari bertanya dalam hati “sudah siapkah saya dipanggil oleh sang Pencipta?” “Sudah siapkah saya meninggalkan dunia ini?” “Bekal apa yang akan saya bawa nanti?” dan sederet pertanyaan lainnya yang menjadikan semua keinginan dan mimpi saya untuk mengejar kehidupan dunia sirna dalam sesaat. Semua seolah tidak ada gunanya. Semua kenikmatan hidup rasa-rasanya hilang di telan bumi.

Kematian adalah pelajaran hidup yang sangat bahkan lebih dari cukup untuk menjadikan kita senantiasa berhati-hati dan tidak berlebihan dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini. Dan kita pasti akan menemui kematian cepat atau lambat, suka atau tidak suka. Kematian pasti akan menemui kita meskipun kita lari dan bersembunyi di sebuah benteng atau bangunan yang sangat kokoh.

“Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (Q.S. An Nisa’: 78).

Cukuplah kematian itu sebagai sebuah nasehat. Dengannya kita akan sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara atau sebentar saja. Dengannya juga kita akan selalu diingatkan untuk mengevaluasi diri terhadap semua perbuatan yang telah kita lakukan selama ini. Apakah lebih banyak kebaikannya atau malah sebaliknya.

Dan perlu diingat, Kematian adalah nomor cabut bukan nomor urut. Tidak pandang sehat atau sakit, kalau sudah waktunya, pasti akan meninggalkan dunia ini. Ya, karena semua yang hidup di dunia ini memiliki waktunya masing-masing. Dan setiap kita  orang waktunya tidaklah sama. Semua adalah rahasia Allah SWT  yang telah menciptakan hidup dan kehidupan ini.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun : 11)

Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat kita semua agar tidak lalai dalam menjalani hidup di dunia yang fana ini. Dan mudah-mudahan kita semua wafat dalam keadaan khusnul khatimah dimana pun kita berada. Amiiin ya Robbal A’lamiin.

Salam,

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s