Journey to America – Part III

Part III – The Announcement 

Jujur saya akui, meskipun telah berusaha untuk selalu berpikir positif, kata galau sesekali datang menghantui selama menunggu  pengumuman final setelah interview. Galau kalau nanti harapan tidak sesuai dengan kenyataan.hehe  😀

Tapi si Mr. Galau itu tidak berhasil mengalahkan si Mr. Optimis. Yup! Saya terus membayangkan, saya lolos interview dan menjadi salah satu penerima beasiswa ini dan berangkat ke Amerika. 🙂

Di awal saya lupa memberitahu teman-teman kalau saya menuliskan impian saya sebagai salah satu penerima beasiswa IELSP ini.

Saya ketik impian itu, kemudian diprint, dan saya pajang di depan meja belajar. Setiap hari ketika bangun tidur dan selesai sholat Shubuh, saya baca & saya visualisasikan impian saya tersebut sambil berdo’a kepada Allah dalam hati agar mengabulkan keinginan dan impian ini.

Mungkin teman-teman bertanya-tanya apa sih yang saya tulis di selembar kertas tersebut. Baiklah-baiklah, akan saya tulis disini. Berikut tulisannya :

“Congratulations!!! Selamat atas terpilihnya nama-nama dibawah ini sebagai penerima beasiswa Indonesia English Language Study Program (IELSP) Cohort X, 2011.”

Kemudian di bawahnya adalah daftar nama-nama penerima beasiswanya. Nama saya, saya letakkan di urutan pertama. Nama-namanya diurutkan berdasarkan abjad. Kebetulan huruf depan nama saya juga A.

Sebenarnya tulisan di atas saya kutip dari pengumuman penerima beasiswa tahun sebelumnya (Cohort IX, 2010) yang ada di websitenya IIEF, saya edit saja nama pertama dari daftar penerima beasiswa dan saya ganti dengan nama saya.hehe 😀

Alhamdulillah believe it or not, it damn worked out guys!! 😀 

Dan SubhanAllah keajaiban itu pun datang. Kurang lebih dua minggu setelah interview, saya mendapat telepon dari IIEF Jakarta untuk yang kedua kalinya.

Dan seperti yang saya ceritakan di awal, bahwa kalau mendapat telepon itu artinya kita dinyatakan lolos seleksi. Nah saya dapat telepon lagi tuh, itu artinya …….. (Silahkan sambung sendiri kalimatnya) hehe. 😀

Jadi begini cerita lengkapnya.

Waktu itu hari kamis tanggal 28 Desember 2011 sekitar jam 4 sore. Saya sedang berada di kos, tepatnya di dalam kamar saya. Saya sedang mengerjakan laporan akhir Magang. Tiba-tiba Handphone saya berdering, ketika saya lihat di layar, eh nomor dari Jakarta lagi. Jantung dag-dig-dug ketika saya angkat telponnya.

Berikut sedikit percakapan yang masih saya ingat waktu itu:

“Hallo… Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam..”

“Ini benar dengan Rasyid ya?”

“Iya benar sekali” (Jantung mulai dag-dig-dug ga beraturan)

“Rasyid rencana lulusnya kapan?”

“Masih lama mbak. Maaf ini dari IIEF bukan?”

“Iya saya Chichi dari IIEF Jakarta. Kamu rencana lulusnya kapan?”

Sebelum menjawab, saya mikir, ini kenapa nanya lulus ya? Ini mau ngasi tau pengumuman saya lolos atau kagak sih.. Saya tambah deg-degan. Ya Allah… :3

“Hmm… InshAllah sekitar bulan November 2012 mbak.” (Saya jawab aja, meskipun belum yakin nanti bisa lulus bulan November atau tidak.hehe)

“Beneran ya?”

“Iya mbak.”

“Ok. Karena kamu rencana lulusnya setelah bulan Agustus 2012, kami kasih kesempatan nih untuk berangkat ke Amerika lewat beasiswa IELSP”

“Alhamdulillah…Ya Allah…serius mbak???”

(Saya hampir jatuh dari kursi, karena kaget campur senang antara percaya dan gak, macem-macem dah perasaannya waktu itu, ibaratnya kayak permen nano-nano rame rasanya. Hehe)

“Iya Rasyid. Selamat yaa. Nanti informasi selanjutnya akan kami sampaikan lewat email.”

“Iiiiyaa mbaakk… ya Allah.. makasih banyak mbak.” (Tak terasa air mata saya menetes perlahan)

“Iya sama-sama. Oh ya, Kamu nanti beserta grantees yang lain akan berangkat tanggal 28 Mei 2012 ke Kansas, dan akan belajar di University of Kansas. Sekali lagi selamat yaaaa…. Yaudah saya masih mau menelpon grantees yang lain. Assalam’alaikum….”

“Wa’alaikumsalam….”

Begitu telpon ditutup, saya langsung sujud syukur. Ya Allah terimakasih, terimakasih telah mengabulkan permohonan saya. Jujur saya nangis… T_T

Benar-benar tidak bisa saya gambarkan bagaimana perasaan saya saat itu. Senang sekali, rasa-rasanya seperti ditelepon dan dicium oleh Bidadari dari surga. Miss. Universe lewat dah..hehehe 😀

Saat itu juga saya langsung menghubungi Ibu saya di rumah. Saya kabari kalau saya lolos interview beasiswa IELSP dan InshAllah akan berangkat ke Amerika tahun depan. Ibu saya menyambut kabar gembira ini dengan penuh suka cita.

Alhamdulillah ini benar-benar karunia dan rezeki yang besar dari yang Maha Kuasa. Ingin rasanya memeluk dan mencium Ibu saya saat itu. Saya bisa membayangkan raut wajahnya ketika saya bilang saya menjadi salah satu penerima beasiswa IELSP dan akan berangkat ke Amerika.

Lagi-lagi Ibu mengatakan bahwa firasatnya kuat sekali kalau saya akan lolos interview dan akan memenangkan beasiswa ini.

Alhamdulillah terimakasih Ibu, semua ini berkat campur tangan Allah lewat do’a dalam sujud-sujud panjangmu.

I love you mom, I love you more than anything.

Kok cuma Ibu saya yang saya kabari? Of course not! Cerita belum selesai coy! Hehe.

Tentu saja saya juga mengabari Ayah saya dan keluarga yang lain. Termasuk dosen-dosen yang memberikan rekomendasi untuk mendukung aplikasi beasiswa saya. Alhamdulillah mereka semua senang sekali mendengarnya dan memberikan ucapan selamat.

Teman-teman kuliah belum saya kabari hari itu, sengaja, just wanted to give them a lil surprise! Hehe. 😀 

(Bersambung….)

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s