Journey to America-Part I

PART I – The Beginning

Assalamu’alaikum teman-teman!!

Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat ya. 🙂

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah swt, Tuhan semesta alam. Tulisan ini adalah cerita perjalanan dan pengalaman saya ke Amerika Serikat dua bulan yang lalu.

Alhamdulillah atas izin-Nya, saya diberi kesempatan untuk menimba Ilmu di salah satu Universitas yang ada di Amerika melalui Indonesia English Language Study Program (IELSP), yakni sebuah program pelatihan atau kursus Bahasa Inggris jangka pendek (short-course) selama delapan minggu di Amerika Serikat. Program ini adalah salah satu program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika di bidang pendidikan, dimana para peserta yang terpilih berkesempatan untuk tidak hanya belajar Bahasa Inggris, tapi juga belajar kebudayaan dan Masyarakat Amerika.

Mau tahu bagaimana saya bisa kesana? Just keep reading ya ;)

Sekitar bulan September 2011, saya memperoleh informasi beasiswa IELSP dari papan Informasi yang terletak di salah satu sudut kampus dimana saya belajar. Ketika melihat tulisan “The Most Wanted Scholarship is back” di salah satu brosur yang tertempel di papan informasi tersebut, perhatian saya langsung tertuju ke brosur scholarship tersebut.

Saya baca dari awal sampai akhir. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah nilai TOEFL ITP minimal 450. Sebenarnya, saya sudah pernah mendengar tentang beasiswa ini sebelumnya, bahkan saya juga sempat ketemu, berkenalan dan sharing dengan salah satu Alumni IELSP di penghujung tahun 2009. Kebetulan dia adalah kakak tingkat saya. Selain itu, saya juga memperoleh informasi dari AMINEF dan American Corner (Amcor) yang merupakan pusat segala informasi study di luar negeri terutama di Amerika.

Waktu itu, saya juga masih belum selesai Magang di salah satu hotel berbintang yang ada di Kota Batu, Jawa Timur. Dilema menyapa, antara ikut mencoba untuk apply atau tidak. Setelah berfikir dan berdialog dengan diri sendiri, mempertimbangkan ini itu, akhirnya saya memantapkan niat untuk mencoba mendaftar & ikut seleksi, lolos atau tidak itu urusan belakangan.

Tidak ada salahnya juga kan mencoba? kalau sekiranya saya lolos dan memenangkan This Most Wanted Scholarship ya Alhamdulillah, kalau gak juga ya Alhamdulillah. 🙂

Kok kalau misalnya ga lolos tetap Alhamdulillah?? Ya iya dong, harus Alhamdulillah, karena meskipun misalnya gagal  belum berhasil saya tetap ga rugi, setidaknya saya memperoleh “pengalaman” pernah mengikuti seleksinya yang bisa saya jadikan pelajaran berharga kalau misalnya saya ikutan lagi program beasiswa yang serupa atau mungkin yang lainnya.

Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Terimakasih atas anggukannya..hehe :D

Intinya harus dicoba dulu, masa belum dicoba sudah menyerah duluan. Kalau misalnya udah nyerah duluan, apa kata duniaaaa…?? Hehe. 😀

Oke kembali ke leptop!

Selanjutnya saya browsing (baca-Research) di internet seputar beasiswa ini. Tidak lupa saya juga men-download formulir aplikasinya dari website resmi penyelenggara beasiswa IELSP. Saya pun kemudian menyiapkan persyaratan-persyaratan lain yang juga wajib disertakan dalam aplikasi beasiswa ini seperti transkrip nilai, surat keterangan aktif kuliah, dan surat rekomendasi dari dosen.

Proses pengurusan berkas-berkas tersebut cukup menguras tenaga. Terutama dua berkas yang pertama. Saya harus sabar menunggu dan bolak-balik dari kantor jurusan ke bagian administrasi (Tata Usaha) Fakultas untuk “memburu” tanda tangan dosen wali akademik dan ketua Jurusan.

Maklumlah, bapak-ibu dosen adalah manusia super duper sibuk. Proses pengurusan segala tetek bengek administrasi tersebut berlangusng kurang lebih sekitar dua minggu. Tolong jangan bilang “WOW” sambil loncat dari kursi ya. Hahaha :D

That’s the fact guys! :P

Sebenarnya semuanya bisa selesai dalam satu hari jika Bapak-Ibu dosen semuanya ada dalam satu tempat dan dalam waktu yang bersamaan. Tapi, kenyataanya tidak begitu kawan. Tahu sendirilah bagaimana ribetnya proses administrasi. Harus minta tanda tangan, stempel, dll. Saya yakin yang pernah mengalami hal yang sama saat ini sedang senyam-senyum atau mengangguk-anggukan kepala atau malah dua-duanya.hehe :D

Berkas selesai, saya lupa masih ada satu persyaratan yang belum. Tes TOEFL. Saya pun segera menuju kantor AMINEF yang terletak di salah satu sudut perpustakaan kampus saya untuk menanyakan informasi seputar tes TOEFL sekaligus daftar untuk tesnya.

Alhamdulillah saya masih bisa daftar karena ada kebijakan quota yang bisa ikut tes TOEFL maksimal 20 orang dikarenakan terbatasnya ruang untuk tes. Saya ingat waktu itu ada juga beberapa mahasiswa dari kampus lain yang ikut daftar tes TOEFL di AMINEF. Mungkin mereka juga ingin daftar berbagai program beasiswa ke luar negeri yang mensyaratkan TOEFL skor atau [mungkin] mendaftar beasiswa yang sama yang saat itu sedang saya incar. Bisa jadi, bisa jadi… hahaha 😀

Lanjuuuuttt!!

Saat itu, ada sedikit rasa khawatir yang menyeruak dari semak-semak, eh kok dari semak-semak? haha. Sorry-sory, maksudnya dari dalam diri. Ya, saya khawatir kalau nilai TOEFL saya nanti tidak mencapai batas standar yang disyaratkan dalam beasiswa IELSP ini. hehe. 😀

Setelah mengikuti tes TOEFL dan menunggu hasil tesnya selama seminggu, rasa khawatir yang dulu sempat mampir, kini hilang sudah. Hasil skor TOEFL saya Alhamdulillah melebihi standar yang disyaratkan. 😀

Itu berarti berkas persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap. Tinggal menyusun dan mengirimkannya lewat pos.

Sebelum dikirim, saya cek kembali semua berkas, takut ada berkas persyaratan yang tercecer. Setelah yakin semuanya lengkap, saya pun pergi ke tempat pengiriman barang dan dokumen yang tidak terlalu jauh dari tempat kos. Saya mengirimkan berkas aplikasi IELSP lewat jasa pengiriman dokumen JNE dua hari sebelum deadline.

Deadline pengiriman berkas aplikasi beasiswanya tanggal 18 November 2011, saya baru mengirimkan berkas dua hari sebelum itu. Hahaha :D

Sebelum saya kirim, saya tanya ke mbak-mbak petugas JNE, kira-kira kalau ke Jakarta butuh waktu berapa hari. Kata si Mbak sekitar 2 – 3 hari kalau paket yang regular. Waduh, gimana nih? 2 – 3 hari…?

Wah bisa telat sampai ke kantor IIEF nih. Oh ya, just fyi, IIEF (Indonesian International Education Foundation) ini adalah yayasan Pendidikan Internasional yang menyelenggarakan program IELSP mulai dari proses seleksi sampai pemberangkatan ke Amerika. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi websitenya di sini.

Ok lanjut! 😀

Saya tanya ada paket yang lebih cepat ga? Si mbak petugas JNE yang memiliki paras [hampir] mirip dengan aktris film India Rani Mukerji langsung menyarankan saya untuk mengirimkan berkas dengan paket YES alias Yakin Esok Sampai. 😀

Pas nih!! Akhirnya saya kirim berkas aplikasi beasiswanya dengan paket YES dengan konsekuensi saya harus membayar lebih mahal dari paket regular. Tidak masalah, yang penting berkas aplikasi IELSP saya tiba dengan selamat dan tepat waktu. Hehe :D

Saya masih ingat, waktu itu hujan mengguyur kota Malang saat saya dalam perjalanan ke kantor JNE. Saya jalan kaki dari kampus ke kantor JNE. Hujan tidak saya hiraukan. Alhasil saya sedikit kehujanan. Tapi Alhamdulillah berkas aplikasi IELSP saya aman karena saya simpan di dalam tas butut kesayangan saya.hehe. 😀

Di bawah hujan, saya berjalan dengan langkah yang agak cepat dan sedikit berlari.

Dalam hati saya berdo’a semoga perjuangan ini akan berbuah manis. Tuhan sedang melihat apa yang saat ini sedang saya perjuangkan. Suara hilir mudik kendaraan seolah hanya angin lalu, pikiran saya penuh dengan gambar-gambar abstrak yang sesekali menghasilkan semburat senyum di wajah saya. Amerika dan segala “keangkuhannya”. Ya gambar patung liberty dan Presiden Obama samar-samar menari-nari di dalam pikiran saya. Senyum optimisme pun tak bisa saya bendung dari hati, pikiran, dan wajah saya. InshAllah I’ll be there… ;) 

Entah kenapa sejak awal ada semacam rasa percaya diri yang luar biasa dalam diri saya bahwa saya akan lolos dan memenangkan beasiswa ini. Yah saya optimis dan yakin saja waktu itu. InshAllah kalau Allah sudah mengizinkan, meskipun seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini bersatu untuk menggagalkannya, tidak ada yang akan bisa. Teman-teman percaya? Well, Saya sangat percaya. :)

Setelah berkas aplikasi beasiswanya terkirim, yang saya lakukan adalah menunggu pengumuman sambil terus berdo’a agar aplikasi saya lolos. Berdasarkan informasi dari para alumni, pihak IIEF yang akan menghubungi langsung via telepon. Jika kita mendapat telepon dari IIEF itu berarti kita lolos seleksi berkas dan lanjut ke seleksi berikutnya yaitu Interview yang merupakan seleksi final.

Kurang lebih sembilan belas hari setelah deadline pengiriman berkas aplikasi, kabar itu pun tiba. Waktu itu hari Rabu tanggal 7 Desember 2011, saya sedang rapat dengan teman-teman pengurus BEM di kampus. Ketika rapat itu, tiba-tiba HP saya berdering.

Saya lihat di layar HP, nomor baru yang gak ada dalam kontak. Saya izin keluar dari dalam ruangan rapat untuk mengangkat telepon. Saya angkat, suara seorang cewek di seberang sana,

“Selamat siang, ini benar dengan saudara Arasyid Harman?”

“Iya benar…” (Detak jantung mulai gak beraturan)

“Kemarin ikut daftar beasiswa IELSP gak?”

“Iya mbak kemarin saya mengirimkan aplikasinya ke Jakarta.”

“Kalau begitu selamat ya, aplikasi kamu lolos seleksi administratif.”

“Beneran mbak??” (Percaya dan gak percaya. Detak jantung makin gak karu-karuan) 😀

“Iya. Nanti siap-siap untuk interview ya?”

“Iiiiya iyaaa mbak. Ya Allah..makasih ya mbak” (Detak jantung mulai stabil, tapi masih bergelombang) 😀

Saya masih dalam keadaan antara percaya dan tidak, setelah selesai ditelpon, langsung sujud syukur.

Alhamdulillah aplikasi IELSP saya lolos. Senang sekali, rasanya seperti dicium Miss Universe!! Hehehe :D Setelah itu saya kembali masuk ke ruang rapat sambil senyam-senyum, sekali lagi seperti habis dicium Miss Universe!! Hahaha :D

(Bersambung…)

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s