Farewell Dinner and Graduation

Selamat Malam & Selamat Pagi…
Selamat malam untuk teman-teman yang ada di Amerika. Selamat pagi (menjelang siang) untuk teman-teman yang ada di Indonesia.

Udah mau farewell aja nih guys. Wow Time flies!
Sore tadi kami pergi ke Maceli’s Restaurant untuk Dinner bareng Mr. Aaron, Mrs. Geri, Mrs. Margaret dan Ms.Michele. Lokasi restorannya di Downtown, Lawrence. Tak begitu jauh karena kami perginya naik mobil. Kalo jalan kaki, lumayan. Lumayan bikin keringat meleleh. Hehe.

Kami sepakat untuk mengenakan batik sebagai outfit of the (farewell) dinner! Meskipun ada beberapa yang gak mengenakan karena batiknya (katanya) kotor dan udah terlanjur di laundry. Hanya (ada) tiga orang dari kami yang gak make batik. Si Dale, Soffi, dan Izka.
Sementara Mr. Aaron, saat menjemput kami di Asrama, ia mengenakan batik yang kami berikan saat acara Indonesian Day. Kalo Ibu Margaret, Geri, dan nona Michele mengenakan outfit yang sesuai dengan selera mereka masing-masing. Tetep cakep dan yang jelas tetep sopan (menurut standar mereka).

***

Saat kami tiba di Restoran, ruangan untuk acara sudah disiapin oleh para pramusaji.

Welcomeboard at Maceli Restaurant.Jpg

 

Kami langsung masuk, mengambil posisi sesuai dengan selera masing-masing. Ruangannya tertata rapi dan elegan. Di depan ruangan ada podium kecil yang juga telah disediakan.
Dan setelah beberapa menit kami duduk, ngobrol-ngobrol santai, acara pembukaan pun dimulai. Acara intinya belum. Nanti pas waktu untuk berbuka puasa tiba.

Ibu Margaret mewakili para Supervisor program membuka acara sekaligus memberikan ceramah eh sambutan terkait program IELSP yang telah berjalan hingga (tanpa terasa) udah mau berakhir. Ia sangat senang dengan kehadiran kami di Kansas, khususnya di AEC, University of Kansas untuk belajar Bahasa Inggris selama musim panas.

Ia juga sangat mengapresiasi semua usaha (keras) kami untuk menjalani program IELSP dengan baik. Lebih jauh, ia menyatakan bahwa ia selalu senang dengan mahasiswa Indonesia. Karena, katanya, mahasiswa Indonesia itu kreatif-kreatif dan selalu ceria. Ia juga meminta maaf kalo selama mengikuti program ada berbagai hal yang kurang berkenan di hati kami.

“…. And when you come back to Indonesia, Please, don’t forget us.”

Kalimat penutup yang ia ucapkan dengan mata berkaca-kaca. Ia tak kuasa membendung air matanya.
Saya heran, loh kok dia sampe mengeluarkan air mata gitu. Seketika suasana menjadi sendu. Beberapa teman cewek juga mulai pecah. Pecah kantong air mata mereka. Terutama si Hilya. Ya ampun udah deres aja tuh mata air, eh air matanya si Hilya. Hahaha.

Si Tami juga. Yang cowok gimana? Aman. Gak ada yang pecah. Hehehe. Tapi jujur perasaan sedih seketika menyeruak. Wajar lah… mengingat kebaikan dan semua hal yang telah mereka berikan kepada kami sejak kedatangan kami disini. Dan, mengingat dua hari lagi kami harus kembali ke tanah air tercinta. Hiks -__-

***

Selanjutnya, perwakilan dari kami yang memberikan kata sambutan sekaligus kesan dan pesan. Teman-teman udah ngelirik ke arah saya. Ya, karena saya adalah pimpinan rombongan alias Group Leader. Jadi mau gak mau, siap gak siap, saya harus maju.

Saya pun maju menuju ke podium. Alhamdulillah perasaan grogi gak menghampiri. Meskipun jantung sempet berdegup cukup kencang di detik-detik awal saat saya berdiri di podium. Tapi setelah kata, “Good afternoon everyone” terucap dengan senyuman, perasaan grogi pun lenyap. Cieee hahaha.

 

IELSP Farewell Speech @Maceli Restaurant

Not sure about what I was actually wanted to say. But everyone understood what I did say. What a farewell speech! 😀

 

Hal-hal yang saya sampaikan juga tak jauh beda dengan kata sambutan dan kesan-pesan yang sering disampaikan dalam berbagai forum pada umumnya. Yakni ucapan terimakasih yang tulus atas segala keramah-tamahan dan bantuan yang diberikan kepada kami selama mengikuti program IELSP ini.

Kemudian, permohonan maaf atas segala tutur kata maupun sikap kami yang kurang pas selama berinteraksi dengan mereka. Saya juga (tak lupa) mengucapkan terimakasih khusus kepada Kayla. Meskipun ia tidak ada di tempat. Bagaimana pun juga, Kayla adalah bagian dari perjalanan kami selama mengikuti program IELSP ini.
“Thank you Kayla. We hope , we’ll meet again one day.”

Nangis juga enggak? Menurut ngana?? Hahaha.

Alhamdulillah enggak. Saya malah sempat bercanda saat ngomong dari atas podium. Hehe.
Entah mereka benar-benar merasa lucu atau enggak, atau entah mereka ngerti aksen Bahasa Inggris saya, yang jelas mereka tersenyum cukup lebar. Yang mengindikasikan, humor yang saya berikan make sense. Yes! 😀

Satu hal yang saya tekankan bahwa pertemuan ini bukanlah sebuah akhir. Oleh karenanya tidak ada kata “Good Bye” yang perlu diucapkan. Saya lebih memilih kata “See you later” untuk menyikapi perpisahan ini. Karena tidak ada yang tahu secara pasti kapan dan dimana kita nantinya akan berjumpa lagi. Siapa tahu kami diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk kembali lagi ke Kansas dengan tujuan yang berbeda. Atau mungkin di antara mereka ada yang nantinya diberi kesempatan untuk mengunjungi negara kami, Indonesia. Who knows?

Saya juga berpesan untuk tetap menjaga komunikasi, baik via email, maupun media sosial.
“We will miss you all for sure. Please stay in touch.” kalimat penutup yang terucap dari lisan saya.

Kurang lebih 5 menit saya memberikan sambutan. Alhamdulillah lancar dan saya yakin Ibu Margaret, Aaron, Geri, dan juga Michele memahami apa yang saya sampaikan.
Latihan presentasi selama di ruang kelas Speaking, maupun berbicara dalam keseharian dengan teman-teman bule, dan teman-teman mahasiswa Internasional lainnya rupanya gak sia-sia. Hehe.

Setidaknya saya merasakannya sendiri tadi saat berbicara di podium. Dan sepertinya teman-teman juga mengerti.
Selanjutnya, Mr. Aaron juga memberikan sepatah dua kata. Kirain dia mau ngeluarin air mata juga. Hahaha. Laki-laki itu benteng air matanya (emang) relatif kuat. Maaf ya para perempuan. Hehe.

Aaron giving a speech.jpg

Mr. Aaron thanked and wished that everyone succeeded with the Program. He hoped we’ll meet again in the (near) future. 🙂

 

Ia kemudian menyerahkan sertifikat program IELSP kepada kami satu per satu yang dilanjutkan dengan acara ramah tamah, foto-foto, dan acara inti.
Acara inti? Iyaaaaa. Apalagi kalo bukan makan-makan! Hahahaha. Alhamdulillah waktunya pas saat waktu berbuka puasa tiba. Para pelayan yang ada di restoran juga sudah stand by, menghidangkan berbagai menu untuk kami. Alhamdulillah…

 

Pembagian Sertifikat IELSP oleh Aaron

 

Foto saat pembagian Sertifikat IELSP

 

Happy BreakFasting Ramadhann.Jpg

 

Happy BreakFasting Ramadhan.Jpg

 

Makan yang kenyang ya gaes.Jpg

 

EnjoyingFoodTogheter.Jpg

 

What a really great Dinner.Jpg

 

SeeyouagainMaceliResto.jpg

 

Firewell Dinner pun selesai. Kami kemudian kembali ke Asrama. Ibu Margaret, Aaron, Geri, dan Michele kembali ke kediaman masing-masing.

Selanjutnya, kami yang Muslim melaksanakan sholat Isha dan Taraweh di Islamic Center Lawrence. Sementara teman-teman yang non Muslim stay di Asrama. Sebagian udah mulai nyicil packing barang-barang yang akan dibawa pulang.

Demikianlah rangkaian acara firewell dinner & reception. Mohon do’anya ya, InshAllah dua hari lagi kami akan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Mudah-mudahan perjalanan kami dimudahkan dan dilancarakan. Aamiin.
Lastly, selamat menunggu waktu berbuka puasa bagi teman-teman di Tanah Air.

 

Salam Hangat dari Lawrence, Kansas

Stay Healthy, Stay Happy!

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s