Merasakan Puasa di Negeri Paman Obama

Dulu saya pernah beberapa kali membaca cerita pengalaman orang-orang yang berasal dari negeri Timur ketika mereka menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan di negeri Barat. Katakanlah di Eropa, Australia, maupun Amerika. Dari pengalaman mereka, saya memperoleh informasi bahwa ada beberapa perbedaan. Mulai dari jumlah jam untuk berpuasa yang lebih panjang hingga kondisi sosiokultural masyarakat Barat yang mayoritas menganut kepercayaan selain agama Islam.

Sempat membayangkan bagaimana rasanya berpuasa dengan jumlah jam yang lebih banyak. Kalau di Indonesia saja durasi waktu berpuasa dihitung sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari sekitar 12 jam, bagaimana dengan yang ada di negara lain khususnya yang berada di negara Barat seperti negara-negara yang ada di benua Eropa dan Amerika ya?

Tahun ini sungguh saya diberikan nikmat yang bisa dibilang langka. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya berpuasa di benua Amerika yang sangat jauh dari tanah air tercinta. Perasaan saya? Senang bertubi-tubi. Hehe.. meskipun aslinya agak khawatir juga. Karena akan merasakan tantangan yang lebih berat dibandingkan dengan berpuasa di tanah air.

Pertama tantangan waktu. Ya karena tahun ini puasa jatuh bertepatan dengan musim panas dimana siangnya lebih lama atau lebih panjang dibandingkan malamnya. Matahari terbenam pada pukul 9 malam (kalau disamakan dengan waktu di Indonesia).

Otomatis kalau puasa, waktunya nambah kurang lebih 3 jam kalau dibandingkan dengan yang ada di Indonesia, ambil misal waktu Indonesia bagian barat yang waktu berbuka puasanya rata-rata jam 6 sore. Jadi kalau di total jumlah jam puasa di Amerika, dalam hal ini di negara bagian Kansas adalah kurang lebih 15 jam. Wow…

Apalagi saat ini sedang musim panas yang panasnya berlipat-lipat dibandingkan dengan panasnya negera kita tercinta. Suhu rata-rata selama musim panas ini adalah 40-50 C. Panasnya, masyAllah…. kalau kena kulit rasanya seperti dicubit. Iya dicuuubiiiiiiiit.Hehe.

Yang kedua tantangan lingkungan. Kita tahu, disini masyarakat Amerika mayoritas non-muslim. Jadi kami mahasiswa Indonesia dan beberapa mahasiswa Internasional yang berasal dari beberapa negara muslim seperti Mesir, Saudi Arabia, Iran, dan Maroko harus ekstra sabar dan kuat ketika menjalani puasa disini. Tapi, kabar baiknya adalah, masyarakat Amerika, khususnya para Mahasiswa yang sedang belajar di University of Kansas ini, memiliki toleransi yang cukup tinggi dengan kami, baik mahasiswa Internasional maupun yang berasal dari Amerika sendiri yang beragama Islam.

Selain itu, kami juga mendapatkan perlakuan ‘khusus’ dimana kami dibuatkan menu untuk berbuka puasa dan sahur oleh para Chef yang ada di Ms e’s cafetaria. Alhamdulillah, sekarang umat Islam disini memperoleh perlakuan sama dalam hal menjalankan ajaran agamanya. Tidak seperti beberapa tahun yang lalu pasca tragedi 9/11 yang mengguncang dunia itu.Setidaknya itu yang saya lihat di Kansas, khususnya di lingkungan kampus University of Kansas.

Menjelang waktu berbuka, saya dan teman-teman tetap menuju kantin kampus (Ms e’s) untuk mengambil menu makanan untuk berbuka puasa yang telah disediakan oleh petugas kantin. Sekaligus mengambil makanan buat sahur.

Di pintu masuk kantin, petugas yang mengecek kartu meal-plan kami akan tersenyum dan berkata, “happy fasting guys” sambil tersenyum. Senang rasanya. Kehangatan terpancar dari senyum mereka. Kami merasa dihargai. Alhamdulillah. Petugas kantin juga menyediakan wadah makanan berupa kotak untuk kami bawa ke Dorm.

Puasa dan sahur pertama kali dalam hidup saya di Amerika ini adalah sebuah mimpi yang tak pernah saya mimpikan sebelumnya. Saya hanya bermimpi untuk bisa menginjakkan kaki di Negeri ini. Tapi Allah Swt memberikan kesempatan untuk bisa merasakan seperti apa rasanya berpuasa di bumi ciptaan-Nya yang memiliki perbedaan zona waktu dengan bumi Indonesia. Alhamdulillah…

Meskipun hanya seminggu berpuasa disini, saya sangat sangat bersyukur. Setidaknya saya bisa merasakan puasa 15 jam lamanya saat musim panas di negeri Barat. Kok hanya seminggu? Ya karena saya dan teman-teman harus pulang ke Indonesia meskipun kami (sebenarnya) masih ingin berlama-lama disini. Hehe.. masih belum paham? Baiklah. Jadi masa program beasiswa IELSP kami berakhir pas satu minggu kami merasakan puasa di Kansas. Nanggung banget ya? hehe.

Maunya sih diperpanjang sampe lebaran Idul Fitri, tapi apa daya tangan tak sampai. Hehe. Karena udah kebijakan programnya begitu. Ditambah masa berlaku Visa study kami yang juga terbatas.

Tak apalah ya, yang penting udah pernah ngerasain puasa Ramadhan disini..hihihi. InshAllah, kalo Allah mengizinkan, saya (dan mungkin) teman-teman yang (sedang) membaca tulisan ini, suatu saat nanti bisa menginjakkan kaki di negeri Paman Sam dan juga bisa menjalankan Ibadah puasa Ramadhan disini sebulan penuh hingga lebaran Idul Fitri. Yuk diaminkan sama-sama. Amiiin.. (:

Nih beberapa foto yang (sempat) saya dan teman-teman abadikan terkait aktivitas kami selama seminggu menjalankan Ibadah puasa di Kansas.

DSC07645

Selamat Sahur! 😀

DSC07646

Sahur Bareng di Lobi Asrama (Hashinger Dorm, KU) Lantai 7. Masih pada ngantuk satu-satu. hehe 😀

 

Selamat menjalankan Ibadah puasa ya teman-teman di Tanah Air. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjalankan salah satu perintah-Nya di bulan yang mulia ini hingga kita semua menjadi hamba-hamba-Nya yang Muttaqiin. Amiiin ya Rabbal A’lamiin.

Salam Hangat dari Negeri Seberang, Amerika Serikat

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s