Berburu the Al Chemist

Ada yang kenal nama ini : Paulo Coelho? Kalau kenal, saya gak perlu menjelaskan panjang lebar soal the Alchemist ini. Hehe

Hmmm…

Baiklah, saya anggap aja diantara teman-teman (pembaca) ada yang belum tau soal ini. Jadi the Alchemist ini adalah salah satu buku fenomenal yang ditulis oleh Paulo Coelho, seorang penulis legendaris dari Brazil yang telah menginsipirasi jutaan pembaca di dunia. Nah, siang tadi, saya hunting buku ini di toko Buku yang ada di Down town Lawrence.

Half-Price Books nama toko bukunya. Saya pergi kesana bareng Mbak Iin. Mbak Iin inilah yang menjadi pemandu jalan-jalan-santai dan belanja selama kami berada disini. Saya udah janjian dengan Mbak Iin untuk pergi ke Half-Price Books yang jaraknya gak terlalu jauh dari Asrama dan Apartemen Mbak Iin.

Sekitar jam 3 sore kami berangkat naik Bus kampus yang menuju ke arah Down Town, Lawrence.

Sesampainya di toko buku, kami langsung menuju deretan rak buku. Berburu buku sesuai selera masing-masing.

Cukup luas juga toko bukunya. Banyak buku-buku yang masih terbungkus dalam kardus yang belum dipajang di rak. Ada juga yang masih berada di keranjang dorong.

Bicara soal kebiasaan saat berkunjuang ke toko buku, saya adalah satu diantara mereka yang akan secara acak mengambil buku yang menarik. Bukan karena isinya, tapi karena sampulnya. Hahaha. Ada yang punya kebiasaan yang sama?

Well, karena saya sudah tau mau nyari buku apa, jadi saya langsung menyusuri rak buku-buku fiksi atau sastra. Yap, the Alchemist ini adalah karya sastra Novel yang pastinya ada di rak buku sastra.

Setelah muter-muter beberapa menit, saya gak ketemu dimana posisi raknya. Tak mau buang-buang waktu, saya pun bertanya ke salah satu stafnya, seorang pria yang saat saya dekati sedang merapikan beberapa tumpukan buku yang masih berserakan. Ia pun dengan senang hati mengarahkan saya ke area dimana buku-buku seputar sastra berada.kj

02

Dan akhirnya…. there you are!

03

The Alchemist kini sudah ditangan. Harga disampul belakang tertulis : $13.95. Sementara di depan sampulnya tertulis, Our Price : $7.49. Yes, cukup murahlah dibanding harga aslinya. Kalo dikurs-kan (kurs saat ini $1 dollar = Rp.10.000). Jadi hemat berapa persen? Kalo dihitung-hitung, separo harganya itu jadinya $6.97. Kalau mau ikut sesuai namanya ya, harusnya harga bukunya segitu. Tapi ini $7.49. Gak apa-apa lah. Itung-itung mereka ngambil untung juga kan. Untung $0.52 itu udah lumayan. Ya iyalah, namanya juga jualan.hahaha. Meskipun gak banyak, tetep harus ada keuntungan dari setiap penjualan buku. Kalo gak, ya rugi dong. Ini kok ngomongin harga jadi panjang kali lebar begini ya? Hahaha..

Ya, jadi ingat topik obrolan dengan teman-teman. Pokoknya setiap kali kita mau belanja sesuatu di luar Negeri orang, harus pinter-pinter ngitung. Khususnya ngitung konversi nilai kurs dari mata uang asing ke mata uang kita yang – yaaa gitu deh (you know what I mean). Hehe.

Supaya apa? Supaya tau kekuatan isi dompet kita! Hahahaha 😀

Anyway, saya hunting buku the Alchemist ini sebenarnya bukan karena kemauan saya pribadi. Ini adalah ‘titipan’ Bro Yuswardi, kawan baik kuliah di kampus putih (UMM-red) yang akan meneliti buku tersebut. Meneliti? Maksudnya?

Jadi, dia sedang menyusun tugas akhir aka skripsi. Dan the Alchemist adalah subjek penelitiannya. Study of literature, tema besar dari skripsinya. Karena doi udah nyari-nyari versi Inggrisnya di toko-toko buku di Indonesia (khususnya di seputar Kota Malang Raya), dan gak ada. Sebelum saya berangkat, dia minta tolong untuk mencarikan buku ini.

Saya juga belum membaca buku ini. Baru sempat baca sinopsis-nya di beberapa artikel yang ada di internet. Penasaran, akhirnya saya beli dua buah. Satu buat si Yus, satu lagi buat saya.

Sebagai informasi, judul asli the Alchemist ini adalah O Alquimista, diterbitkan pertama kali tahun 1988 di Brazil (dalam bahasa Portugis), telah diterjemahkan ke dalam 56 bahasa dan telah terjual lebih dari 20 juta eksemplar di seluruh dunia. Data ini saya ambil dari kata pengantar yang ada di halaman pertama the Alchemist yang ditulis sendiri oleh sang penulis, Paulo Coelho.

Wao banget kan? Iya lah. Saya makin penasaran, gak sabar untuk segera melahap buku ini. Hehe..

***

Suasana toko yang tenang dan adem membuat saya betah berlama-lama. Tentunya gak hanya berdiam diri saja, tapi berburu buku lain yang mungkin akan menarik rasa penasaran saya.

Saya sempatkan untuk membaca beberapa buku yang menarik mata. Hahaha..

Salah satunya adalah buku teks yang membahas salah satu topik yang menarik minat saya. Yakni studi tentang media Internasional. Saya baca sebentar. Cukup menarik. Langsung saya ambil. Harganya juga harga obral. Hanya satu dolar. Lumayan dapat buku bagus, cuma 10 ribu perak.

Cukup lama saya mondar-mandir dari satu rak ke rak lainnya. Melihat-lihat koleksi toko buku ini. Akhirnya saya (tanpa sengaja) menemukan satu buku di salah satu rak.

Sampulnya coklat. Di sampulnya tertulis : Tuesdays with Morrie (an old man, a young man, and life’s greatest lesson). Saya baca sinopsisnya. Kayaknya keren nih buku. Yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini adalah, judulnya yang baris terakhir : life’s greatest lesson. Ini bikin penasaran. Apa ya kira-kira pelajaran terbesar kehidupan yang ada di dalam buku ini?

Hmm… oke deh bungkus!

12

Tiga buku rasanya cukup. Sebenarnya pengen borong lebih banyak lagi, cuma jadi kepikiran nanti pas mau pulang. Khawatir kalau akan jadi salah satu faktor yang membuat bagasi melebihi kapasitas. Soalnya masih ada ‘benda-benda’ lain yang mau dibeli sebagai oleh-oleh buat orang rumah. Hehehe..

Saya liat mbak Iin. Di salah satu sudut rak, doi sedang asyik berburu buku buruannya. Rupanya ia sedang mencari novel yang sedang hits : The Twilight series. Wiih… itu tebelnya 11/12 sama novel-nya Madam J.K. Rowling. Selain itu, ia juga mengambil beberapa komik Manga yang juga menjadi bacaan favoritnya. Hmm… interesting.

09

08

Setelah kurang lebih satu jam kami hunting buku, kami pun menuju kasir. Seorang cewek berpostur cukup bongsor menyambut kami di meja kasir. Senyum ramah menyapa. Saya titip duit ke mbak Iin untuk dibayar sekalian dengan buku-buku yang dibelinya.

13

14

Gak ada hal yang lebih menyenangkan bagi para Book-lovers melebihi momen-momen saat mereka menemukan harta karun berupa buku yang sudah lama mereka cari.

Book-lovers mana suaranya….?? 😀

Dan siang tadi adalah salah satu momen yang saya & mbak Iin rasakan. Meskipun panas terik karena musim panas sekarang sedang berada pada puncaknya, tak menjadi halangan untuk berburu buku.

16

15b

17

18

Bagi yang belum sempat baca the Alchemist, nanti kalau ketemu saya langsung, bisa pinjam. Atau jika ada diantara teman-teman yang punya koleksi semua buku-buku karangan Om Paulo ini, boleh loh dipinjamin saling pinjam. Hehe..

Okay. Sekian dulu ya.

Until next time,

Hashinger Hall, Kansas

Arasyid Harman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s