Kampus Biru dan Gadis Latin

Kampus Biru adalah istilah yang saya pilih untuk menyebut kampus tempat kami menimba Ilmu selama musim panas disini. Karena warna biru adalah warna yang ‘menggambarkan’ kampus yang memiliki ribuan mahasiswa dari berbagai negara ini. Logo dan tulisan maskot kampus semuanya berwarna biru. Tapi kampus ini lebih populer dengan istilah KU (baca: Kei Yu) yang merupakan singkatan dari University of Kansas.

Gadis latin. Entahlah, apakah dua kata ini tepat atau tidak. Saya mengenalnya ketika baru beberapa hari merasakan udara dan sinar matahari di kampus Biru. Ia dan tiga orang sahabat se-Negaranya juga mengikuti program short-course di KU untuk belajar Bahasa Inggris.

Namanya sebut saja …. sebut apa coba? Pasti kata yang muncul kalo ga “Bunga” ya “Melati” hahaha. Kali ini harus beda dong. Ini warga negara asing soalnya. Jadi mari kita beri inisial, sebut saja Flower. Hahaha.. oke? Setuju ya? 😀

Nah si nona Flower ini awalnya terkesan judes bin jutek saat ketemu dengan kami. Beberapa kawan juga menilainya begitu. Ya kesan pertama memang selalu menjadi landasan awal penilaian orang. Tapi tidak bagi saya. Kesan judes dan juteknya ini menurut saya malah yang menjadikannya terlihat cerdas. Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, perpaduan antara aksen Spanyol dan Inggris membuat kami sering mengernyitkan dahi untuk mencerna apa yang sedang ia bicarakan.

Kalau secara fisik, pastilah ga ada yang meragukannya. Kulitnya coklat, layaknya warna kulit gadis latin pada umumnya, namun sedikit lebih cerah. Rambutnya panjang sebahu berwarna pirang kecoklatan. Matanya? Ibarat warna coklat kacang hazelnut. MashAllah…. pokoknya Perfecto deh! Hehe 😀

***

Ada satu saat dimana kami ngobrol santai di Ms. E’s (Kantin Kampus) saat makan siang. Kebetulan kami duduk se-meja. Si nona Flower ini mengajukan pertanyaan terkait jilbab yang dikenakan oleh teman-teman mahasiswa dari Indonesia dan juga beberapa mahasiswa muslim dari beberapa Negara yang belajar di KU.

Ia menanyakan, apakah memakai jilbab itu adalah sebuah keharusan dalam ajaran Islam atau hanyalah sebuah pilihan. Rupanya ia mengamati teman-teman saya dari Indonesia yang muslim tidak semuanya mengenakan jilbab. Dan hal inilah yang membuatnya bertanya.

Saya diam sejenak. Kok diam? Ga diam sih, aslinya lagi mikir. Mikir gimana jawabnya ya? Saya juga udah lupa dalil dalam Al-Qur’an tentang perintah untuk menutup aurat bagi wanita Muslim. Selain itu, saya juga berpikir keras untuk memberikan jawaban yang masuk akal dari kacamata orang yang lahir dan besar di Barat yang mengedepankan akal sebagai satu-satunya tolak ukur kebenaran atau fakta akan segala sesuatu.

Sambil makan, saya menjawab pertanyaannya. Saya bilang memang mengenakan jilbab itu adalah sebuah perintah yang ada di dalam kitab suci umat Islam (Al-Qur’an) kepada wanita yang sudah dewasa atau baligh untuk menutup auratnya. Meskipun hal itu adalah sebuah perintah yang mengharuskan setiap wanita muslim yang sudah dewasa khususnya, namun pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, tetap saja masih ada yang enggan untuk memakai jilbab.

Sama halnya dengan penganut ajaran agama yang lain. Saya mencontohkan, ajaran agama yang dianut oleh si nona Flower ini, yakni Kristen Katolik. Bahwa, dalam setiap penganut suatu kepercayaan, dalam hal ini agama, selalu ada dua golongan.

Golongan yang taat dan golongan yang tidak taat. Ada golongan yang menjalankan ajaran Agamanya dengan baik, ada juga yang tidak menjalankan ajaran Agamanya. Bahkan sampai melanggar atau menentang ajaran Agamanya.

Begitupun dengan umat Islam. Ada yang benar-benar menjalankan ajaran Agama, setengah-setengah, dan bahkan ada juga yang ga paham dengan ajaran Agama, dan yang lebih parah lagi ada yang paham, namun tidak menjalankannya.

Dalam kasus jilbab ini, pun begitu. Ada yang mau memakainya dan ada pula yang tidak. Jadi semua kembali ke pribadi masing-masing. Yang mau memakai jilbab dan yang tidak itu bukan urusan kami. Itu menjadi urusan serta tanggung jawab seorang wanita muslim (langsung) dengan Tuhan.

Ia mendengarkan penjelasan saya dengan sesekali mengeluarkan kata, “oh… I see.” Sambil menganggukkan kepala dan menikmati makan siangnya.

Kembali ke penjelasan saya di awal tadi. Saya melanjutkan sesi mamah dedeh-nya. Hehe.. tapi tentu saja dengan menggunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh si nona Flower yang saat itu sedang berada satu meja dengan saya. Meskipun beberapa kali ada kata-kata yang sempat ‘miss’ dalam obrolan kami waktu itu, tetap saja sesi mamah dedeh-nya berjalan dengan lembut. Iya lembut. Selembut es krim vanilla.. hahaha.

Oke, kembali ke leeeeeee….. (pinterrrr, ketahuan deh fans beratnya Uncle Too Cool) hehehe 😀

Di tengah penjelasan saya, ia mengajukan pertanyaan lagi,

“So, it can be said that wearing hijab for muslim women is a choice?”

“Yeah. Kind of…”  Saya menjawab pertanyaannya sambil tersenyum. Tersenyum sambil menatap sorot matanya yang “menyala” dalam tanda tanya penasaran.

Tak cukup sampai disitu, pertanyaan lain seketika keluar dari mulutnya. Saya terus mengamati setiap gerakan dari mulutnya. Bukan mengamati apa yang ia makan, atau bagaimana ia mengunyah makanan, atau berapa kali ia mengunyah makanan ya. Bukan. Sama sekali bukan. Hahaha

Saya mencoba menerka, kira-kira kata-kata apa yang akan keluar, sambil memasang kuping lebar-lebar, agar tidak ada kata yang tidak saya pahami. Maklumlah, aksen bahasa Inggrisnya terdengar sedikit aneh ditelinga. Ditambah, temponya yang lumayan cepat. Jadi harus ekstra fokus.

Dan saya yakin, sepertinya ia masih menyimpan segudang pertanyaan tentang jilbab. Atau mungkin juga tentang Islam. Ya mungkin saja. Saya ga tau apa yang ada di dalam pikirannya waktu itu. Yang jelas, dari ekspresi wajahnya, saya tahu bahwa si doi masih penasaran. Hehe..

 

Ia melanjtukan, bukan melanjutkan makan ya, tapi melanjutkan bertanya. Hahaha..

“Okay. I got your point. Now, can you explain to me, why muslim women should cover their hair? Don’t they feel hot inside?” tanyanya (masih) dengan nada penasaran yang terpancar dari ekspresi wajah dan matanya yang menatap tajam ke arahku.

“Good question. Hmmm, well, let me answer this one by giving you an analogy. If there are two candies, one candy is covered, and another is not covered. Then, these candies we put in an open area or let’s say, in a place that close to the ants’ or other insects’ house. My question, which candy that is going to be touched or eaten out by those ants or other insects?”

“hmm.. of course the uncovered candy.”

“excatly. Do you get my point?”

“I am not sure, yet. Could you please elaborate in a deeper sense?”

“Well, Okay. The candies are just an analogy. They represent two women. One is covered and another is not covered. The one which is covered will not be easily touched or even harmed by the insects. As it is protected. It’s like a woman who covered her hair and her body in a good manner, just what muslim women do. And vise versa. The one which is not covered will be easily touched and harmed by the insects as it’s not protected. You got my point?” Tanyaku sambil tersenyum dan berdo’a dalam hati, mudah-mudahan si nona Flower ini ngerti dengan analogi yang aku berikan untuk menjawab pertanyaannya.

“Aha! Got it! It’s a very nice philoshopy. You are right.” Katanya sambil tersenyum lebar.

Senyumannya berkata lebih dalam dari kata-kata yang diucapkannya. Entahlah, apakah dia benar-benar paham dengan penjelasan saya tadi atau tidak. Yang jelas saya telah berusaha sebisa mungkin untuk menjawab pertanyaan yang diajukannya secara logis.

Obrolan kami siang itu harus kami akhiri karena kami masih ada kelas. Si Gadis latin mengucapkan terimakasih atas penjelasan saya terkait Jilbab yang rupanya telah menarik perhatiannya selama ini.

Saya berharap sambil berdo’a dalam hati mudah-mudahan Allah Swt memberikan hidayah kepadanya untuk memeluk agama Islam. Cepat atau lambat tak jadi masalah. Yang penting, sekali lagi ini adalah do’a (tolong diaminkan ya), suatu saat nanti ia meninggalkan agama lamanya dan menjadi seorang Muslimah. Amiiin.

 

Salam Hangat dari Hashinger Hall, University of Kansas, Amerika Serikat

Sahabatmu,

 

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s