Merantaulah!

Merantau??

Iya merantau. keren deh. Kalau ente ga pernah ngerasain gimana rasanya hidup di negeri orang, dengan suasana yang serba asing, maka cobalah untuk merantau.

Ada banyak hal yang akan kamu dapatkan ketika kamu meninggalakn kampung halamanmu. Memang bagi mereka yang hidupnya dipenuhi oleh berbagai kenikmatan mengambil keputusan untuk merantau adalah perkara yang berat.

Namun, bagi mereka yang memiliki jiwa petualang, merantau ke daerah atau bahkan ke negara lain adalah sebuah keharusan, bahkan terkadang bagi sebagian orang adalah sebuah kebutuhan.

Saya adalah salah satunya. Yap! 😀

Merantau bagi saya adalah sebuah keniscayaan. Sejak kecil saya sudah memiliki keinginan untuk melihat dunia. Ya, dunia. Maka merantau adalah sebuah pilihan hidup. Saat ini saya sedang tidak berada di kampung halaman, alias lagi merantau di Negeri orang. Hanya sedikit bocoran. hehe

Lantas, apa sih yang menjadi motivasi mereka yang merantau? Setiap orang pasti memiliki alasan yang berbeda-beda.

Bagi para pelajar, alasan merantau adalah untuk menimba Ilmu di daerah atau Kota lain yang dinilai lebih maju atau lebih baik kualitas Pendidikannya.

Kalau saya, alasan merantau adalah lebih kepada hasrat untuk menimba Ilmu dan mengenal kekayaan budaya suatu daerah. Tentunya dengan niatan untuk menambah wawasan kebangsaan, pengetahuan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat, dan masih banyak lagi. 😀

Saya ingat sebuah pesan dari Imam Syafii,

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air mejadi rusak karena diam tertahan.
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.
– Imam Syafii –

Pesan dari Imam Syafii di atas menjadi penutup dari tulisan ini. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit pencerahan dan tentunya alasan untuk merantau! 😀

Salam,

@arasyidharman

Advertisements

So what do you think? An angel smiles every time you leave a comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s